My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Museum PD II di Pulau Morotai Akan Dibangun Pemprov Malut

31 Mei
07:24 2011
Museum PD II di Pulau Morotai Akan Dibangun Pemprov Malut

Pemprov Malut

Ternate – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut), akan membangun Museum Perang Dunia ke-II yang akan disesuaikan dengan sejarah dan karakteristik sehingga pembangunan tersebut dinilai tidak asal jadi.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Malut Nurlaila Armaiyn mengatakan di Ternate, Selasa (31/5), Pemprov Malut akan membangun museum Perang Dunia ke-II di Malut.

Pembangunan tersebut, akan disesuaikan dengan karakteristik dan disesuaikan dengan sejarah daerah ini, terutama Pulau Morotai yang pada saat itu dijadikan sebagai pangkalan udara pasukan Sekutu di Perang Dunia ke-II.

Pemprov juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan museum sejarah Perang Dunia ke-II dan belanja modal identifikasi dan pemetaan Benda Cagar Budaya (BCB) bawah laut.

Selain itu, Pemprov Malut akan berupaya untuk melakukan perawatan dan revitalitasasi terhadap sejumlah benteng peninggalan kolonial di Malut.

“Kita akan tetap berupaya merevitalisasi berbagai peninggalan sejarah di Malut, apalagi daerah ini memiliki sejarah panjang dengan masuknya sejumlah Negara Eropa dalam melakukan ekspansi dan mencari rempah-rempah di Malut,” katanya.

Sejumlah pemkab/kota di Malut juga saat ini sangat berharap adanya dukungan dari Pemprov Malut dalam merevitalisasi cagar budaya dan peninggalan sejarah di masing-masing daerah di Malut.

Kadisbupar Pemkot Ternate, Husen Alting ketika dikonfirmasi menyatakan, Pemkot Ternate tidak mengalokasikan anggaran di APBD untuk biaya perawatan dan revitalisasi benteng di daerah ini, karena benteng itu berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, sehingga diharapkan adanya dukungan baik dari Pemprov Malut maupun pemerintah pusat dalam memberi perhatian bagi revitalisasi berbagai peninggalan sejarah berupa benteng di Ternate.

Di Kota Ternate ada sekitar tujuh benteng peninggalan Belanda dan Portugis, diantaranya yakni benteng Fort Oranye, benteng Tolucco, benteng Kalamata, benteng Kota Janji, benteng Kastela dan benteng Tobololo.

Oleh karena itu, Pemprov Malut sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah diminta untuk mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan dan revitalisasi semua benteng yang ada di Kota Ternate.

Apalagi, sebagian besar benteng tersebut kondisinya cukup memprihatinkan, sementara Ternate merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Malut, dan benteng itu merupakan salah satu andalan untuk menarik minat wisatawan.  (Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *