My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Mulai Juli, Bea Masuk Udang ke Jepang Nol Persen

16 Juni
14:39 2008

Nalasrestha – indosmarin.com

Jakarta – Ditengah meroketnya harga kebutuhan pokok masyarakat karena naiknya harga BBM, pemerintah dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong peningkatan ekspor hasil perikanan. Pada 2008 ini, DKP menargetkan ekspor hasil perikanan sebesar US$ 2, 6 milyar. Adapun target ini berdasarkan pada realisasi ekspor hasil perikanan 2007 sebesar US$ 2, 3 milyar dan 2006 sebesar US$ 2, 1 milyar atau rata-rata naik 10% per tahun.

Hingga saat ini, sumbangan ekspor perikanan terbesar diberikan komoditas udang dan tuna, masing-masing sebesar 50 persen dan 15 persen, serta ikan laut bersirip lainnya termasuk ikan air tawar seperti nila sekitar 25%.

Kunci utama peningkatan ekspor ini adalah mutu perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan dan permintaan pasar Internasional. Mutu yang baik akan membangun citra yang baik pula. Dengan demikian kepercayaan konsumen meningkat dan akan memudahkan peningkatan akses pasar melalui negosiasi pengurangan hambatan perdagangan secara bilateral antar pemerintah kedua negara.

Selain rencana penurunan bea masuk udang ke Jepang, berbagai langkah perbaikan mutu perikanan Indonesia juga telah diperluas ke kawasan Uni Eropa. Pemerintah juga telah berupaya mendorong Komisi Eropa untuk mengamandemen Commission Decision (CD) No. 236/ 2006, yang makin memperlancar masuknya produk perikanan ke pasar Uni Eropa. Dengan adanya amandemen ini diharapkan dapat memperpendek waktu pemeriksaan di pelabuhan masuk dan pemerikasaan laboratorium. Selain itu, para pelaku usaha diharap tetap menjaga mutu sesuai standar, mentaati ketentuan ekspor serta melakukan bisnis secara wajar(*)

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS