My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Mola-Mola Menanti Divers di Nusa Penida

12 Mei
19:51 2008

Komang Viani Saraswati-Indosmarin.com

Denpasar – Pada kisaran Juli hingga September mendatang, Bali bakal diserbu wisatawan asing penggemar aktivitas diving (menyelam, red). Hal ini terkait fenomena tahunan di bawah laut Nusa Penida, yakni munculnya mola-mola, ikan endemik Nusa Penida. Indikasi adanya lonjakan kedatangan wisatawan divers (sebutan untuk penggemar diving , red) ke Bali sudah dirasakan sejumlah pelaku pariwisata bahari di Bali sejak pertengahan April lalu. Bahkan sejumlah dive center sudah mulai menerima booking dari para wisatawan.

Salah seorang pemilik dive operator di kawasan wisata Sanur -Bali, Ketut Ena Partha menjelaskan, sejumlah agen perjalanan wisata sudah mulai mengajukan booking untuk paket wisata menyelam pada kisaran Juli hingga September mendatang. Bahkan dari perhitungan hingga pertengahan April, booking yang masuk sudah mencapai rata-rata 20 orang divers per hari. “Sepertinya kita akan kewalahan,” terangnya.

Menurut Ena, serbuan divers pada rentang waktu tersebut sudah menjadi tradisi lima tahun terakhir. Hal ini terkait dengan fenomena alam tahunan dengan munculnya mola mola di Nusa Penida, sebuah pulau berukuran sedang di sisi tenggara Pulau Bali. Mola mola merupakan jenis ikan langka yang sangat jarang ditemui di perairan lain di seluruh dunia.

Di Asia, penampakan mola mola hanya terjadi di perairan Nusa Penida – Bali. Ikan berukuran raksasa ini jika dilihat dari samping, nyaris mirip penampang atas pesawat pembom B-2 angkatan udara Amerika Serikat. Namun tak seperti ikan lainnya, mola-mola hanya muncul di masa-masa tertentu. “Biasanya kalau sudah di bulan-bulan itu, bawah laut Nusa Penida itu ramai sekali. Bisa kayak di pasar,” ujar Ena.

Sementara, aktivis lingkungan, Marthen Welly juga mengakui besarnya potensi ekonomi dari aktivitas wisata menyelam di Nusa Penida karena kehadiran mola-mola. Meski demikian, pria yang bekerja di sebuah LSM lingkungan hidup itu berharap kehadiran para divers benar-benar diikuti kesadaran tinggi menjaga lingkungan.

Menurut Marthen, mola-mola merupakan salah satu bagian dari ekosistem laut di Nusa Penida yang harus dijaga. “Kami optimis sebagian besar divers sudah sangat mengerti menjaga lingkungan. Kami berharap pengusaha juga memberi pengertian tentang pentingnya menjaga alam bawah laut kepada penyelam pemula,” tegas Marthen.(*)

Tags
Share
Subscribe via RSS