My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Mewujudkan Masyarakat Pulau Nias yang Sehat

06 November
20:14 2014

Jakarta – Kondisi geografis Pulau Nias, keterbatasan peralatan kesehatan dan sumber daya manusia, juga dana, memberi kontribusi pada masalah-masalah kesehatan yang dihadapi di wilayah perbatasan tersebut.

Tidak hanya itu, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli saat kunjungan Menteri Kesehatan saat itu Nafsiah Mboi ke RSUD Gunung Sitoli pada awal Oktober lalu, juga menjelaskan kondisi ekonomi masyarakat turut jadi penyebab.

Masalah kesehatan yang terjadi di Nias, Sumatera Utara, itu di antaranya angka kematian ibu yang tercatat masih tinggi yakni 549 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut jauh di atas target yang diharapkan tahun 2015 yaitu 102 per 100.000.

Selain itu, kasus gizi kurang dan gizi buruk pada Balita juga masih terjadi di Nias yakni 1,04 persen dan kasus rabies tercatat mengalami peningkatan.

Menanggapi masalah itu, Menkes pun meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten-kota untuk memberikan perhatian sungguh-sungguh pada pelayanan kesehatan di wilayah yang sulit terjangkau, serta mendukung keberhasilan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

Nias adalah wilayah kepulauan dengan kondisi geografi yang penuh tantangan. Kondisi ini sangat berpengaruh pada akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu.

Untuk itu, ia juga mengingatkan, ketersediaan pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan tidak boleh luput dari perhatian pemerintah daerah.

“Tidak hanya keberadaan infrastruktur yang menunjang pelayanan publik seperti ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, melainkan juga tenaga kesehatan,” kata Nafsiah saat meninjau RSUD Gunung Sitoli pada 2 Oktober, yang sebelumnya hancur akibat gempa pada 2015.

Sementara, terkait angka kematian ibu, Nafsiah meminta Pemerintah Kabupaten Nias untuk menguatkan kembali program Keluarga Berencana. Ia meminta pemerintah daerah meninjau kembali mengapa program tersebut tidak berhasil.

“Apakah kesalahan itu karena tidak melayani dengan baik, informasi yang diterima kurang, atau alat kontrasepsinya kurang,” ujarnya dan meminta agar petugas kesehatan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit mencatat dengan detail setiap penyebab kematian ibu dan bayi.

Sedangkan soal pengendalian rabies, pemerintah daerah diminta untuk mengembangkan Rabies Center dengan disertai pengalokasian APBD guna memenuhi kebutuhan vaksin anti-rabies.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS