My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Menko Perekonomian: KUR Harus Sasar Petani dan Nelayan

 Breaking News
16 September
23:50 2016
Menko Perekonomian: KUR Harus Sasar Petani dan Nelayan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemberian kredit usaha rakyat harus menyasar para petani dan nelayan karena penyaluran kredit ini masih banyak dinikmati sektor perdagangan besar.

“KUR mestinya menyasar kredit mikro. Komposisi yang sekarang belum sesuai dengan komposisi perekonomian kita. Kita ingin KUR ini lebih disalurkan kepada petani, nelayan, dan peternak,” kata Darmin seusai memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Jumat.

Ikut hadir dalam rapat koordinasi membahas perkembangan KUR adalah Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, direksi bank-bank BUMN, serta perwakilan dari beberapa kementerian lembaga.

Menurut Darmin, salah satu penyebab tersendatnya realisasi KUR ke sektor pertanian adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kalangan bank penyalur untuk menjangkau para calon debitur di lapangan.

“Sektor perdagangan selama ini lebih menguasai. Ini disebabkan karena perdagangan berada di garda terdepan, paling mudah dijangkau. Sementara sektor pertanian justru sulit untuk dijangkau,” kata Darmin.

Berdasarkan data penyaluran hingga 31 Agustus 2016, KUR masih lebih banyak dinikmati sektor perdagangan (besar dan eceran) hingga 68 persen, sedangkan sektor pertanian (termasuk perkebunan, kehutanan) hanya mencatat penyerapan 15,51 persen.

Sedangkan, penyaluran di sektor lainnya seperti jasa-jasa tercatat mencapai 10,86 persen, industri pengolahan 4,49 persen, dan perikanan 1,15 persen.

Sementara itu, berdasarkan kajian OJK terhadap debitur di tiga bank BUMN penyalur (BRI, BNI dan Bank Mandiri) pada Juni 2016 tercatat sebanyak 58,3 persen merupakan debitur baru, 23,73 persen merupakan debitur tukar dari KUR skema lama dan 17,97 persen merupakan debitur tukar dari kredit komersial.

Darmin mengharapkan para debitur tukar yang masih mengajukan KUR mulai berkurang jumlahnya pada 2017. Terkait peningkatan penyaluran KUR kepada sektor pertanian, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menyarankan adanya pendekatan berbeda untuk meningkatkan realisasi KUR di luar sektor perdagangan.

“Pemerintah perlu mendalami kemungkinan adanya KUR khusus untuk mendorong ekskalasi pertumbuhan KUR di luar sektor perdagangan,” ungkapnya.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS