My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Menhan Resmikan KRI Clurit 641 di Batam

25 April
16:38 2011
Menhan Resmikan KRI Clurit 641 di Batam

KCR 40

Batam – Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Senin (25/4) meresmikan sebuah kapal patroli buatan Indonesia masuk dalam jajaran operasional TNI AL. Kapal ini dipastikan akan memperkuat jajaran operasional Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).

“Dengan ini saya resmikan KRI Celurit,” kata Purnomo Yusgiantoro dalam upacara peresmian KRI Clurit di Pelabuhan Kargo Batu Ampar Batam, Kepulauan Riau.

Menhan mengatakan KRI Clurit merupakan jenis Kapal Rudal Cepat (KRC) Type 40. Kapal perang ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dirancang dan dibangun anak bangsa yang bekerja di PT Palindo Marine, Batam.

“Dengan ini, NKRI memiliki kemampuan menjaga laut, tidak ada lagi sumbangan-sumbangan,” kata Menteri.

Menurut Menhan, peluncuran KRI Clurit 641 merupakan jawaban atas rasa tanggungjawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi, terlebih lagi selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.

“Ini sebagai mile stone menuju kemandirian indusri pertahanan kita,” ujar Menhan.

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak akan berhenti pada KRC-40 saja. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat kapal perusak dan kapal selam.

Menhan menegaskan bahwa TNI AL membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu hadir dan mengamankan perairan di laut jauh.

KRI Clurit 641 merupakan kapal pemukul reaksi cepat. Dengan panjang kapal 43 meter, lebar 7,4 meter, dan berat 250 ton, kapal ini dapat bermanuver dan melaju hingga kecepatan 27 knot.

KRI Clurit 641 juga dilengkapi sistem persenjataan canggih berupa sensor weapon control, meriam kaliber 30 milimeter, 6 laras sebagai close in weapon system, dan dua meriam anjungan kaliber 20 mm, serta dilengkapi dengan peluru kendali (rudal) jenis C-705.

Menurut Purnomo, kapal tipe ini cocok dioperasikan di medan yang banyak memiliki pulau-pulau kecil dan berselat, seperti yang terdapat di sekitar Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Sementara, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan TNI AL memesan dua KCR-40, dan berencana memesan 20 lagi kapal dengan jenis yang berbeda.(Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS