Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Mempertahankan Hutan Indonesia, Lebih Bernilai Dari Sekedar Menjadi Produsen Sawit

Nabiha Shahab – indosmarin.com

Dumai – Hutan Indonesia lebih bernilai bila dibiarkan pada tempatnya daripada diekspor sebagai kayu bulat dan minyak kelapa sawit. Sangat penting untuk melindungi hutan Indonesia dari perluasan perkebunan kelapa sawit dan industri kertas untuk memerangi dampak perubahan iklim, menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati dan melindungi kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan. Demikian disampaikan Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, diatas Kapal MV Esperanza saat melakukan aksi protes pencegatan kapal pengekspor minyak sawit menuju Eropa di Dumai Senin (10/11)

Menurut Bustar, penting bagi pemerintah untuk segera memberlakukan jeda tebang dan dimulainya pendanaan internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi hutan Indonesia.

Kapal Esperanza, memulai bagian Indonesia dari pelayaran “Hutan untuk Iklim” pada tanggal 6 Oktober di Jayapura – Papua. Aktifitas ini dilakukan untuk menyoroti kerusakan yang berlangsung terus menerus di hutan terakhir yang tersisa di Asia Tenggara.

Greenpeace menyerukan pemberlakuan sesegera mungkin penghentian sementara (moratorium) terhadap semua bentuk konversi hutan, termasuk untuk perluasan perkebunan kelapa sawit, industri penebangan dan sebab-sebab deforestasi lain. Untuk diketahui, Greenpeace adalah organisasi kampanye global yang independen yang bertindak untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat guna melindungi dan melestarikan lingkungan hidup serta mengusung perdamaian(*)

Related Posts:

Tags

Leave Comment