My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Megawati Sepakat Jika Pulau Nipah Hanya Diperuntukan Bagi Zona Pertahanan

30 Januari
20:11 2011
Megawati Sepakat Jika Pulau Nipah Hanya Diperuntukan Bagi Zona Pertahanan

Pulau Nipah pasca reklamasi

Batam – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak sepakat penetapan Pulau Nipah di Kepulauan Riau sebagai zona pertahanan sekaligus ekonomi.

“Sekiranya dibuat bagian kegiatan lain, saya tidak setuju,” ungkap Megawati, Minggu (30/1), saat mengunjungi pulau terdepan yang pernah nyaris tenggelam sehingga harus beberapa tahun direklamasi pemerintah pusat.

Megawati mengatakan Pulau Nipah hanyalah titik Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijadikan simbol kedaulatan dan penjagaan keamanan RI.
“Kalau dibangun zona ekonomi di sini, secara esensi, akan menyulitkan,” imbuhnya.

Menurut Megawati, sebagai pulau terdepan, Pulau Nipah akan lebih strategis bila hanya dijadikan tempat pertahanan dan simbol kedaulatan wilayah negara. Bila digabung dengan kawasan ekonomi maka pertahanan terdepan tidak akan fokus.

“Ini hanya perlu dijaga untuk mempertahankan NKRI,” kata dia.

Megawati mengatakan dalam rapat kabinet 2004 yang dipimpinnya, Menko Ekuin diminta untuk memperhatikan semua pulau terdepan NKRI, terutama Pulau Nipah.

Saat pulau yang berhadapan dengan laut perbatasan negara itu nyaris tenggelam pada 2004, ia juga yang meminta agar direklamasi.

“Sekarang saya bangga pulau ini merupakan tonggak NKRI,” kata dia.

Sebelumnya, Juni 2010, pemerintah menetapkan Pulau Nipah menjadi zona pertahanan sekaligus ekonomi.

Pemerintah menjadikan pulau yang baru selesai direklamasi tersebut sebagai zona pertahanan di bagian utara dan zona ekonomi di bagian selatan.

Bagian selatan Pulau Nipah direncanakan menjadi menjadi tempat pengembangan “industri kotor”, seperti “docking” kapal dan pengisian bahan bakar untuk kapal.

Pulau Nipah merupakan pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan perairan Singapura. Pulau tersebut baru selesai direklamasi setelah sempat nyaris hilang akibat penambagan dan penjualan pasir laut.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS