My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Masyarakat Diharap Tidak Terpancing Xenophobia

13 Mei
23:43 2009
Masyarakat Diharap Tidak Terpancing Xenophobia

logo-woc8Manado – Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan, di Manado, Rabu (13/5), mengatakan, masyarakat Indonesia diharap tidak terpancing menjadi “xenophobia” atau mencurigai kehadiran pihak asing.

Hal itu dikemukakan oleh Dino di sela-sela persiapan pembukaan Konferensi Kelautan Dunia (WOC) 2009 di Manado, Rabu, saat diminta pendapatnya mengenai kekhawatiran sejumlah pihak atas kemungkinan terancamnya kedaulatan Indonesia akibat mengijinkan pihak lain melakukan penelitian di wilayahnya.

“Menurut saya kita jangan terlalu dipancing oleh xenophobia, orang melakukan riset di negara kita adalah suatu hal yang wajar asal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku karena sudah ada aturan-aturan hukum,” kata Dino saat dimintai tanggapan mengenai adanya ketakutan izin penelitian kepada peniti asing bisa mengancam kedaulatan.

Di sela persiapan pembukaan Konferensi Kelautan Dunia (WOC), dia mengatakan, ketentuan mengenai suatu penelitian telah banyak dilakukan tidak hanya di bidang kelautan tapi juga bidang-bidang lainnya.

“Saya tidak melihatnya sebagai suatu masalah yang serius karena aturan mainnya sudah ada,” ujarnya.

Dino mengatakan, hingga saat ini Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD) sebagai hasil akhir WOC 2009 masih terus dirumuskan.

“Hasil akhir kita lihat besok. Saya kira yang penting kalau ada kerjasama riset maritim dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di negara kita dan yang lain. Jadi saya kira ini bukan sesuatu yang terlalu sensitif,” katanya.

WOC diharapkan oleh para pakar lingkungan hidup dapat mengarusutamakan isu laut sehingga masuk dalam agenda pembahasan pertemuan Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel on Climate Change/IPCC) di Kopenhagen Desember 2009 .

Mereka juga berharap MOD tetap memperhatikan kedaulatan nasional.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS