My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Marmo: Berdayakan Perempuan Nelayan dengan Keterampilan

 Breaking News
10 November
19:02 2015
Marmo: Berdayakan Perempuan Nelayan dengan Keterampilan

Semarang – Calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro mengatakan perempuan-perempuan atau istri nelayan harus diberdayakan dengan pemberian pelatihan keterampilan.

“Memang kondisi nelayan, terutama di Kota Semarang, sangat rentan kemiskinan. Meski kondisinya sekarang sudah sedikit membaik, kehidupan mereka tetap saja kurang,” katanya di Semarang, Selasa.

Soemarmo berdampingan dengan calon wakil wali kota Zuber Safawi dengan slogan “MaZu” diusung Koalisi Bangkit Sejahtera yang dibangun Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera.

Menurut dia, jangan sampai masyarakat nelayan hanya mengandalkan penghasilan dari menangkap ikan, mengingat kondisi cuaca dan perairan yang kerap tidak menentu juga sangat berpengaruh.

“Tidak jarang mereka (nelayan, red.) pergi melaut. Namun, hanya mendapatkan hasil tangkapan ikan yang sedikit. Bahkan, ada pula yang tidak mendapatkan sama sekali,” kata mantan Wali Kota Semarang itu.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus memberikan perhatian untuk mengangkat perekonomian masyarakat nelayan, apalagi selama ini mereka melaut juga masih menggunakan sarana dan prasarana terbatas.

Ia mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi masyarakat nelayan merupakan tantangan besar bagi Pemerintah Kota Semarang. Namun, harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan mereka.

“Saya punya banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan, di antaranya program pembangunan rumah layak huni yang juga mencakup kawasan Tambaklorok,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan memberikan perhatian kepada perempuan nelayan dengan memberikannya pelatihan keterampilan agar mereka bisa mandiri dan mendapatkan tambahan penghasilan.

Soemarmo mengatakan bahwa banyak pelatihan yang bisa diberikan untuk membantu memberdayakan perempuan nelayan agar mandiri, termasuk kreatif memanfaatkan potensi yang ada di kawasan tempat tinggalnya.

“Seperti ikan asin. Selama ini kan banyak ikan-ikan hasil tangkapan yang terbuang percuma karena tidak laku, dan sebagainya. Kenapa tidak diolah jadi ikan asin, terasi, dan sebagainya,” katanya.(Antara)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS