My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Malaysia Berharap Jembatan Malaka – Riau Segera Dibangun

13 Maret
20:29 2011
Malaysia Berharap Jembatan Malaka – Riau Segera Dibangun

Malaysia

Ayer Keroh – Pemerintah Negara Bagian Malaka, Malaysia, mengharapkan terwujudnya pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah negara bagian itu dengan Provinsi Riau (Indonesia).

Harapan ini disampaikan Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Mohammad Ali Rustam pada seminar bertajuk “Menjembatani Selat Malaka” yang berlangsung di Resor Putri, Ayer Keroh, Malaka, Minggu (13/3).

Dalam seminar yang diselenggarakan bersama oleh Bernama dan ANTARA itu, Mohammad Ali Rustam mengatakan, sumber dana bagi pembiayaan pembangunan jembatan tersebut telah pun ada dan bukan berasal dari pendanaan pemerintah.

“Uang untuk membangun proyek jembatan Melaka ini berasal dari pihak swasta di China. Kita tak pakai uang pemerintah. Kalau kedua pemerintah bersetuju, pembangunannya lebih cepat lebih baik,” kata Ali Rustam.

Ide pembangunan jembatan ini sebenarnya telah lama ada namun perwujudannya terkendala oleh persepsi pemerintah pusat kedua negara tentang tingginya biaya pembangunan dan rendahnya jumlah “para pengguna”, katanya.

Mohammad Ali Rustam mengatakan, dilihat dari perspektif yang lebih luas, keberadaan jembatan yang melintasi Selat Malaka dan Pulau Rupat (Riau) itu justru sangat positif bagi percepatan pembangunan dan perluasan kerja sama antara Melaka dan Riau.

Menurut Mohammad Ali Rustam, Proyek pembangunan jembatan Selat Malaka itu sangat layak karena keberadaannya tidak hanya positif dari aspek pembangunan ekonomi dan perdagangan, tetapi juga dari upaya kedua bangsa mengukuhkan hubungan antar rakyat.

Ia juga mengatakan, usul pembangunan jembatan tersebut telah pun mendapat dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam Forum Kerja Sama Kawasan Segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).

Sebelumnya, Direktor Pelaksana “Strait of Malacca Partners Sdn Bhd”, Lim Sue Beng, mengatakan, jembatan itu mendukung perluasan kerja sama dan hubungan Indonesia dan Malaysia serta konektivitas Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat sedikitnya 12,8 miliar dolar AS (2008) dengan kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia mencapai 2,4 juta orang (2008), katanya.

Proyek jembatan yang kini diperkirakan membutuhkan biaya 12,75 miliar dolar AS itu sebaiknya segera dilaksanakan untuk menekan kemungkinan pembengkakan biaya dan memacu perkembangan ekonomi ASEAN, katanya.

Bagi warga Indonesia, Negara Bagian Malaka tidak hanya menjadi destinasi kerja tetapi juga wisata, khususnya mereka yang ingin berobat di Pusat Pengobatan Mahkota, Rumah Sakit Pantai dan Rumah Sakit Khusus Putra.(Ant).

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS