My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

LSM:49 Nelayan Langkat Ditangkap Malaysia pada 2015

 Breaking News
08 Februari
15:30 2016
LSM:49 Nelayan Langkat Ditangkap Malaysia pada 2015

Langkat – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Bahari, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mencatat selama tahun 2015 ada 49 nelayan asal daerah setempat yang ditangkap polisi maritim Malaysia dari empat kasus penangkapan yang terjadi.

Selain 49 nelayan, ada sembilan kapal yang disita dan ikan pencarian nelayan hampir lima ton juga diambil, kata Kordinator LSM Rumah Bahari Azhar Kasim di Pangkalan Brandan, Senin.

Kordinator LSM Bahari itu sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak kepolisian kerajaan Malaysia yang semena-mena melakukan penangkapan dan penahanan terhadap nelayan asal Indonesia, khususnya Kabupaten Langkat.

Pihaknya sangat menyayangkan dengan banyaknya kasus tersebut dan berharap agar pemerintah tegas dengan masalah ini, agar nelayan Indonesia bisa terus menangkap ikan tanpa ada rasa ketakutan.

Azhar Kasim juga menjelaskan tidak adanya batas yang jelas antara perairan Malaysia dan Indonesia membuat nelayan sulit untuk menentukan lokasi untuk menangkap ikan.

“Baru-baru ini terjadi lagi penangkapan terhadap lima nelayan Langkat ditangkap polisi maritim Malaysia saat melaut dengan mempergunakan perahu bermotor kapasitas 5 GT,” katanya.

Mereka diduga melanggar batas perairan dan masuk kelautan Malaysia tanpa izin. Namun, menurut nelayan lainnya, mereka masih melaut di laut Indoensia.

Adapun kelima nelayan asal Kabupaten Langkat, yang ditangkap polisi Malaysia seluruhnya adalah warga Desa Kelantan, Kecamatan Brandan Barat.

Mereka it terdiri dari Muhammad Khairil, Erwin, Hidayat, Salman dan Faisal. Mereka ditangkap hari Jumat (29/1) lalu setelah melaut selama lima hari.

Agustina, istri salah seorang nelayan yang ditangkap menceritakan penangkapan kelima nelayan asal Langkat ini diterima pihak keluarga dari salah seorang nelayan, yaitu Khairil sesaat setelah mereka tiba di kantor polisi wilayah Penang, Malaysia.

“Mereka ditangkap oleh kapal patroli laut Malaysia dan langsung membawa mereka ke wilayah Penang,” katanya.
Selain menangkap lima orang nelayan, kapal nelayan berikut ikan hasil pencarian di laut selama lima hari juga ikut disita, ungkapnya.

Ia hanya berharap pemerintah Indonesia, Provinsi Sumatera Utara maupun Kabupaten Langkat, dapat segera membebaskan suaminya bersama rekan-rekannya, untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Kelantan Kecamatan Brandan Barat.(BeritaSatu.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *