My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Lima Pelaut Indonesia Ditahan di Malaysia

05 Januari
18:34 2010
Lima Pelaut Indonesia Ditahan di Malaysia

Kuala Lumpur – Lima pelaut yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia ditahan oleh pemerintah Diraja Malaysia, karena dicurigai terlibat dalam sindikat penjualan minyak ilegal di wilayah Malaysia, tepatnya di Johor Bahru.

Ketua Pengamanan Laut Malaysia (APMM) Komandan Maritim Abdul Hadib Abd Wahab menyatakan telah menahan lima pelaut Indonesia dan 17 warga Thailand.

APMM telah menahan dua kapal MT Atago Power dan MV Thigayu yang diduga melakukan penjualan minyak ilegal di wilayah laut Malaysia pada Senin (4/1) sekitar pukul 5 petang.

Menurut Abdul Hadib Abdul Wahab, sebelum ditangkap, APMM mendapati kedua kapal dalam keadaan berdempetan di tengah laut. Ditemukan 38.000 liter minyak jenis Marine Gas Oil (MGO) akan dipindahkan dari kapal MT Atago Power yang terdaftar di San Lorenzo, Honduras ke kapal MV Thigayu yang terdaftar di Bangkok, Thailand.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas APMM, ternyata nahkoda kedua kapal tidak bisa menunjukan surat ijin pemindahan minyak di wilayah laut Malaysia. Oleh sebab itu, guna kepentingan penyelidikan semua ABK kedua kapal pun ditahan.

Dlaam catatan pihak berwenang Malaysia, kapal MT Atago Power ternyata pernah ditahan karena melakukan kegiatan serupa pada 8 November 2009. Dokumen perjalanan kapal itu pun sudah ditahan sejak 8 November 2009 tapi ternyata masih melakukan kegiatan serupa.

Berdasarkan UU MSO 1955, APMM akan mengambil tindakan hukum, terkait pasal 491b dimana kedua kapal tersebut tidak meminta ijin melakukan pemindahan minyak di wilayah laut Malaysia.

Jika terbukti bersalah, mereka dapat didenda 100.000 ringgit atau sekitar Rp275 juta, atau penjara dua tahun, atau kedua hukuman itu dijatuhkan sekaligus.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS