My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Lima Hal Penting Terkait Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Lesser Sunda

30 September
04:25 2015
Lima Hal Penting Terkait Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Lesser Sunda

Nusa Dua – Lokakarya Finalisasi Kajian Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Bentang Laut Lesser Sunda yang berlangsung di Nusa Dua Bali 29-30 September 2015, dibuka Agus Widayanto dari Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut – Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Dalam arahannya, Agus Widayanto menjelaskan bahwa jejaring yang dibangun harus sesuai prosedur mengikuti norma standar yang termaktub dalam peraturan menteri yang terkait dengan jejaring kawasan dan kemitraan.

“KKP mendorong kelembagaan masyarakat pada kawasan konservasi guna menguatkan peran serta masyarakat dalam proses pengelolaan kawasan konservasi perairan dan mendorong peran aktif pemerintah provinsi dalam proses implementasi konservasi kawasan,” terang Agus Widayanto, saat ditemui Indosmarin.com di Nusa Dua Bali.

Menurut Agus Widayanto, ada beberapa hal penting yang dihasilkan dalam diskusi lokakarya dua hari ini, antara lain: Pertama, Proses inisiasi pembentukan Jejaring KKP di Bentang Laut Lesser Sunda telah dimulai sejak Desember 2014 telah dilengkapi dengan Kajian Biofisik dan Kajian Sosekbud sesuai amanat permenKP no 13/2014 tentang jejaring. Kedua, Kawasan konservasi yang berjejaring bersifat dinamis dimana KKPD yang sudah memenuhi standar kriteria dapat ditambahkan dalam prioritas kawasan yang siap berjejaring. Kawasan yang siap berjejaring saat ini adalah 22 kawasan konservasi. Ketiga, Dukungan dalam membangun jejaring KKP Lesser Sunda pada tingkat provinsi dilakukan dengan membentuk pokja Provinsi Bali, Prov. NTB dan Prov. NTT. Keempat, Merekomendasikan ke KKHL untuk membentuk Tim Persiapan Pembentukan Jejaring KKP Bentang Laut Lesser Sunda yang bertugas untuk mengoordinasikan, mengkomunikasikan dan mempersiapkan kesepakatan bersama. Kelima, Pengawalan proses pembentukan jejaring dikoordinasikan oleh KKHL dengan dukungan seluruh KKPD, KKPN, BKSDA, mitra LSM dan pemerintah daerah.

Bentang laut Lesser Sunda merupakan bentang laut yang memiliki wilayah konservasi perairan kurang lebih lima juta hektar yang meliputi semua jenis kawasan konservasi di wilayah perairan pesisir dan pulau-pulau kecil yang tersebar dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu bentang laut Lesser Sunda merupakan wilayah penting untuk pariwisata bahari dan perikanan dengan karakteristik yang sangat beragam. Wilayah ini juga merupakan wilayah penting dalam migrasi mamalia laut dan ekosistem penting termasuk beberapa spesies yang terancam punah. (Rendra Raditya/Pariama Hutasoit-NDRFoundation)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS