My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Liburan Akhir Tahun ke Pulau Serangan (4)

10 Desember
02:30 2008
Liburan Akhir Tahun ke Pulau Serangan (4)

Gentry Amalo – indosmarin.com
Pulau Serangan
– Tentang Pura Dalem Sakenan disebutkan didalam Lontar Usana Bali yang mengkisahkan bahwa pura ini dibangun pertama kali oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakretha pada masa pemerintahan pasangan suami-istri Raja Masula-Masuli.

Berdasarkan pada temuan Prasasti Sading yang berangka tahun 1172 içaka atau 1250 Masehi disebutkan bahwa Raja Cri Masula–Masuli memerintah di Pejeng selama 77 tahun yakni mulai tahun 1100 Içaka (1178 M) dan berakhir pada 1177 Içaka (1255 M), jadi kira-kira Pura Dalem Sakenan ini dibangun antara tahun 1178 – 1255 Masehi.

Kemudian pada akhir masa pemerintahan raja Dalem Waturenggong tepatnya sekitar akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16 M, salah seorang Pendeta Besar Hindu yang bernama Dang Hyang Nirartha mengadakan perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci di Bali.

Salah satu dari tempat-tempat suci tersebut adalah Pura Dalem Susunan Wadon dan Pura Penataran. Di lokasi ini Dang Hyang Nirartha merasa takjub dan kagum tatkala menyaksikan perpaduan antara daratan Pulau Serangan dengan lautan di sekelilingnya yang menimbulkan keindahan dan keharmonisan.

Karena tempat tersebut dirasakannya dapat memberikan kepuasan lahir dan bathin maka Dang Hyang Nirartha memutuskan untuk menginap beberapa malam di Pura Penataran ini dan pada akhirnya di sebelah barat Pura Penataran inilah Dang Hyang Nirartha membangun sebuah pelinggih yang kemudian dikenal dengan nama Pura Dalem Sakenan. Kata Sakenan sendiri diduga berasal dari kata ‘çakya’ yang berarti ‘…dapat langsung menyatukan pikiran…’

Menurut para arkeolog, sedikitnya ada lima tinggalan arkeologi yang terdapat di Pura Dalem Sakenan. Kelima tinggalan arkeologi ini berupa:

Prasada, penduduk setempat biasanya menyebutnya dengan istilah candi, merupakan bangunan suci tempat bersemayamnya Bhatara Rambut Sakenan atau Rambut Sedana dan juga berfungsi sebagai pedharman yang didirikan oleh Dang Hyang Nirartha. Dilihat dari corak dan bentuknya dapat digolongkan kedalam kelompok candi-candi Jawa Timur.

Meskipun tidak semua faktor yang ada Jawa Timur ada di prasada ini, dan juga sebagian ciri-ciri prasada ini terdapat pula di Pura Uluwatu, Pura Sada Kapal dan Pura Taman Ayun.

Peninggalan prasada tidak hanya terdapat di Pura Dalem Sakenan saja, melainkan di beberapa tempat lain juga ada misalnya di Pura Dalem Susunan Wadon, Pura Dalem Cemara, Pura Uluwatu, Pura Sada Kapal dan Pura Taman Ayun.

Gapura, atau gelung kori yang ada di Pura Dalem Sakenan ini berbentuk candi kurung, terbuat dari bahan terumbu karang dan tanpa daun pintu. Bagian puncaknya berbentuk mahkota bersusun tiga dan penuh dengan beragam hiasan.

Berdasarkan corak dan ragam hiasnya, gapura yang ada di Pura Dalem Sakenan ini menunjukan tipe yang sama dengan gapura yang terdapat di Pura Uluwatu dan di Sendang Duwur, Jawa Timur.

Di atas gapura ini terpahat hiasan berbentuk kepala kala dan sebagai pola kahyangan maka kepala kala tersebut memang sudah pada tempatnyalah ditaruh di atas pintu masuk ke dalam bagian yang tersuci di pura tersebut.   Bentuk candi kurung di Pura Dalem Sakenan ini menunjukan persamaan dengan bangunan serupa yang terdapat di Pura Dalem Cemara dan Pura Uluwatu, hal ini menandakan adanya hubungan historis diantara pura-pura tersebut.

Arca Dwarapala, Di depan gapura terdapat dua buah Arca Dwarapala dalam sikap berjongkok dan membawa senjata gada

Arca Ganeça, berada dalam sikap berdiri, terletak pada bagian pilar dari tembok keliling atau penyengker dan dari sisi bentuknya menunjukan adanya persamaan dengan Arca Ganeça yang terdapat di depan candi bentar Pura Luhur Uluwatu – Jimbaran.

Beberapa arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar, menyebutkan bahwa Arca Ganeça ini berfungsi sebagai penolak marabahaya, oleh karena itu sudah selayaknya ditempatkan pada tempat-tempat yang berbahaya seperti penyeberangan sungai, lereng-lereng gunung, sumber-sumber uap belerang, jurang dan lain sebagainya.

Arca Ganeça yang terdapat di Pura Dalem Sakenan ini berfungsi untuk melenyapkan segala macam rintangan dan marabahaya sesuai dengan versi kelahirannya, sebab pendirian Pura Dalem Sakenan pada mulanya berfungsi sebagai Pura Ulun Carik atau Ulun Danu, yakni tempat untuk memohon keselamatan bagi hasil bumi atau tanaman lainnya di samping itu Pura Dalem Sakenan terletak di tepi laut dan untuk menuju ke pura ini dibutuhkan sarana penyeberangan. (bersambung…)

foto: http://blog.baliwww.com, http://.balipost.co.id.

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS