My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Laut Sawu Jalur Migrasi 14 Jenis Paus

30 Januari
16:43 2009
Laut Sawu Jalur Migrasi 14 Jenis Paus

Kupang – Perairan Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan jalur migrasi 14 jenis paus,  termasuk paus jenis langka seperti Paus Biru (Baleanoptera musculus) dan Paus Sperma (Physeter macrocephalus). “Bahkan beberapa pulau di kawasan ini merupakan tempat penting bertelurnya berbagai jenis penyu yang terancam punah,” kata Ketua Tim Pengkajian dan Penetapan Kawasan Konservasi Laut Sawu-Solor, Lembata, Alor/SOLAR, Jotham S.R. Ninef, di Kupang, Jumat (30/1)

Jotham Ninef mengemukakan hal itu kepada Antara, berkaitan dengan pentingnya keberadaan perairan wilayah Laut Sawu, dan rencana pemerintah Indonesia untuk menjadikannya sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Jotham Ninef juga mengambarkan, perairan Laut Sawu dikelilingi oleh rangkaian kepulauan dan corak bawah laut yang dramatis.

Perairan ini terletak di jantung bentang laut Paparan Sunda Kecil dibagian selatan Segitiga Karang Dunia dan menyokong beragam habitat karang dan pelagis paling produktif, katanya. Letaknya juga dipersimpangan Samudera Pasifik dan Hindia, sehingga menjadikannya sebagai koridor migrasi utama 14 janis paus. Wilayah ini juga mengalami fenomena oseanografi yang dinamis termasuk diantaranya arus laut Indonesia yang terkenal kuat, katanya.

Kombinasi arus yang kuat dan tebing laut curang menyebabkan pengaduan arus dingin yang mungkin merupakan faktor utama pemicu ketangguhan terhadap ancaman terbesar akan peningkatan suhu permukaan laut terkait perubahan iklim. Karena itu, jika dapat secara efektif dilindungi, maka Laut Sawu dapat menjadi tempat perlindungan bagi kehidupan laut dan sumber daya perikanan yang produktif diantara perubahan iklim global, katanya.

Perairan Laut Sawu mulai tahun 2009 ini dicanangkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) dengan luas 4,9 juta hektare. Saat ini sedang dilakukan kajian dan perancangan pengelolaan kawasan konservasi perairan Laut Sawu oleh sebuah tim yang berkantor pusat di Kupang, NTT.(Ant.)

foto: wikipedia

Tags
Share

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS