Latihan Perang Korsel Gunakan Peluru Tajam
Seoul – Korea Selatan, Senin (6/12) mulai menggelar latihan besar dengan menggunakan peluru tajam di tengah meningkatnya ketegangan setelah Korea Utara melakukan pemboman mematikan terhadap pulau perbatasan bulan lalu.
Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan latihan penembakan kapal perang atau kesatuan artileri telah dilakukan di 29 lokasi, termasuk salah satu dari lima pulau-pulau garis depan dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan dengan Korea Utara, sebagaimana dikutip dari AFP.
Pada 23 November, Korea Utara menewaskan dua warga sipil dan dua marinir dalam serangan artileri terhadap pulau Yeonpyeong, yang membuat ketegangan regional melonjak.
Pelatihan mendatang itu dilakukan pada Minggu (5/12), dijadwalkan akan berlangsung di tiga pantai semenanjung dari Senin sampai Jumat, dianggap sebagai upaya untuk memicu perang.
“Latihan dilakukan di selatan garis batas utara, di wilayah laut kita dan jujur hanya latihan, dan kami akan melakukan latihan apa pun.” ujar Kim Kwan Jin, Menteri Pertahanan Korea Selatan yang baru.
Pihak militer mengatakan latihan Senin itu sedang berlangsung di pulau Daecheong, 80 kilometer (50 mil) di barat Yeonpyeong, dan di 28 lokasi lain di seluruh negeri.
Kim pekan lalu berikrar untuk membalas dengan serangan udara jika Korea Utara melakukan serangan baru.
Utara menolak untuk menerima Garis Batas Utara perbatasan laut yang ditarik oleh Pasukan PBB setelah perang 1950-1953, dan menuntut garis batas itu ditarik kembali lebih lanjut ke selatan.(Ant)


