My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Lantamal VI Prioritaskan Operasi Daerah Rawan

21 Juni
12:11 2010
Lantamal VI Prioritaskan Operasi Daerah Rawan

Kendari – TNI Angkatan Laut tetap akan mengutamakan operasi di daerah-daerah rawan dengan mengandalkan kekuatan pengamanan laut yang ada.

“Kalau dulu kegiatan operasional dengan mengandalkan kapal-kapal perang TNI itu harus disiagakan dan menjangkau semua wilayah pesisir, namun dengan kondisi yang ada saat ini lebih diutamaakan dulu daerah rawan yang ada di wilayah perbatasan,” papar Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI, Laksamana Pertama TNI Bambang Wahyudi, saat melantik Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Senin (21/6) siang.

Serah terima jabatan Danlanal Kendari dari pejabat lama Kolonel Laut Diddik Setioyono kepada penggantinya Kolonel Laut (P) Yuwono.

Adapun Kolonel (P) Yuwono sebelumnya menjabat sebagai Asisten Khusus Materail Kohanudnas TNI-AL, sementara Kolonel (P) Didik Setioyono mendapat tugas belajar di Sesko TNI di Bandung.

Menurut Laksamana Pertama Bambang Wahyudi, kalau dulu kegiatan operasional TNI lebih leluasa dan bisa menjangkau seluruh wilayah namun karena keterbatasan armada termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) maka saat ini dibatasai sesuai dengan tugas dan prioritas.

“Jadi kegiatan operasional di laut tetap jalan seperti biasanya, dengan mengandalkan operasional intelejen. Hanya saja difokuskan pada kawasan-kawasan yang rawan,” katanya.

Menurut perwira tinggi bintang satu ini, kawasan Timur dan Barat bila dilihat dari jangkauan wilayahnya memang lebih luas di wilayah indonesia bagian timur, tetapi bila dilihat dari insentitas kerawanannya justru di daerah barat yang lebih rawan.

Terkait dengan kawasan daerah rawan dibagian timur dengan jumlah personil TNI-AL, Bambang Wahyudi mengatakan untuk daerah seperti Ambalat dan pulau-pulau terluar masih tetap harus menjadi perhatian dan sentuhan oleh TNI dan pemerintah.

“Kasihan kan masyarakat yang ada di wilayah pulau-pulau terluar. Mereka itu harus diperlakukan dan mendapat perlindungan yang sama sebagai warga Indoensia,” katanya.

Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata, dalam amanatnya mengatakan tugas TNI-AL sebagai bagian dari pemerintah di Sultra tidaklah ringan, karena di Sultra lebih luas wilayah lautannya dibanding dengan daratannya.

Menurut Saleh Lasata, atas nama pemerintah provinsi menyampaikan terima kasih kepada mantan Danlanal Kendari, Kolonel Didik Setioyono yang bertugas hampir dua tahun di Sultra, telah memperlihatkan kemajuan dan hubungan kemitraan yang dibanguan selama ini. Sementara kepada pejabat yang baru, Saleh Lasata menyampaikan selamat datang di “Bumi Anoa” dan dapat melanjutkan hubungan yang lebih baik dengan pemerintah dan masyarakat di Sultra.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS