My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Lagi, Kapal Perang AS Dekati Pulau yang Diklaim Cina

 Breaking News
30 Januari
23:09 2016
Lagi, Kapal Perang AS Dekati Pulau yang Diklaim Cina

Washington – Sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan berlayar dalam 12 mil laut dari sebuah pulau yang diklaim Cina dan dua negara lainnya di Laut Cina Selatan pada Sabtu. adapun pelayaran ini menurut Pentagon adalah untuk melawan upaya membatasi kebebasan navigasi.

Cina mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan, dimana lebih dari 5 triliun dolar perdagangan dunia dikapalkan setiap tahunnya.

Tidak hanya Cina, namun Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Taiwan juga mengklaim wilayah tersebut.

Kepada Reuters, Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis, mengatakan bahwa tidak ada kapal militer Cina yang berada di sekitar kapal perusak pemandu-rudal USS Curtis Wilbur ketika mereka melewati dekat Pulau Triton di Kepulauan Paracel.

“Operasi ini menantang upaya oleh tiga pengklaim yakni Tiongkok, Taiwan, dan Vietnam untuk membatasi hak dan kebebasan navigasi,” kata Davis, yang mencerminkan sikap AS bahwa jalur laut penting harus diperlakukan sebagai perairan internasional.

Menurut Davis, dalam pelayaran kapal militer AS itu tidak ada negara pengklaim yang diberitahu, konsisten dengan proses normal dan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menanggapinya pada Sabtu malam dengan pernyataan di situsnya yang mengutuk tindakan AS itu.

“Kapal perang Amerika telah melanggar undang-undang Tiongkok yang relevan dengan memasuki wilayah perairan Tiongkok tanpa izin sebelumnya, dan pihak Tiongkok telah mengambil langkah-langkah yang relevan termasuk monitoring dan teguran-teguran,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Kementerian Pertahanan Tiongkok juga mengeluarkan respon yang lebih keras dengan mengatakan bahwa tindakan AS “sengaja provokatif dan tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya”.(Antara)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *