My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Korut Salahkan Amerika Serikat

27 November
22:32 2010
Korut Salahkan Amerika Serikat

militer Korea Utara bersiaga

Pyongyang – Korea Utara pada Sabtu (27/11) menyalahkan Amerika Serikat sebagai penyebab serangan negara komunis itu terhadap Pulau Yeonpyeong di Korea Selatan.

Korea Utara menuding AS membawa konfrontasi antara kedua Korea untuk menggunakannya sebagai dalih meningkatkan kehadiran militer di kawasan itu. Tuduhan tersebut muncul setelah Seoul dan Washington mengumumkan rencana latihan gabungan itu.

“Tak lama setelah insiden Yeonpyeong terjadi, AS mengumumkan akan mengadakan latihan gabungan angkatan laut dengan pasukan boneka dari Korea Selatan yang di dalamnya ikut serta kapal induk George Washington di Laut Barat Korea seolah-olah latihan itu menunggu insiden terjadi sebelum segera mengirim kapal induk itu ke laut tersebut,” demikian komentar kantor berita Korea Utara KCNA.

“Ini jelas mengindikasikan AS adalah kriminal yang sengaja merencanakan insiden itu dan sepenuhnya berada di balik kejadian tersebut,” tambahnya.

Pyongyang menyatakan militernya hanya membalas serangan setelah pasukan Korea Selatan dan AS melancarkan serangan ke perairan di wilayahnya selama latihan gabungan di Laut Kuning.

Sebanyak 90 serangan artileri mendarat di pulau Korsel itu yang berpenghuni 1.400 penduduk sipil dan 300 tentara, polisi dan pejabat pemerintah.

Korea Utara mengatakan pihaknya menyayangkan jika ada penduduk sipil tewas dalam serangan itu. Dikatakannya, serangan artileri itu hanya diarahkan ke pangkalan-pangkalan militer.

“Jika benar (ada korban sipil), sangat disayangkan tetapi musuh (Korsel) seharusnya bertanggung jawab atas insiden itu karena mengambil tindakan tak berperikemanusiaan dengan membentuk “tameng manusia” dan menempatkan penduduk sipil di sekitar posisi artileri dan fasilitas militer sebelum dilancarkannya provokasi itu,” katanya.

Korut juga memperbarui ancaman aksi militer lagi terhadap latihan militer pasukan AS dan Korsel.

“DPRK (Korut) sudah menahan diri dengan sabar. Tetapi musuh menyerang wilayah perairan dan DPRK melepaskan serangan di kawasan yang disengketakan kendati telah mengeluarkan peringatan berkali-kali,” demikian komentar itu merujuk kepada nama resmi Korea Utara, Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK).

“Jika AS akhirnya membawa kapal induknya ke Laut Barat Korea, tak seorangpun dapat memprediksi konsekuensi yang akan terjadi,” tambahnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *