My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Korsel Tuding Korut Terlibat Tenggelamnya Cheonan

19 Mei
12:57 2010
Korsel Tuding Korut Terlibat Tenggelamnya Cheonan

Seoul – Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yu Myung-Hwan, Rabu (19/5) mengatakan, Korea Utara jelas terlibat dalam tenggelamnya salah satu kapal perang Korea Selatan, dan ada cukup bukti untuk membawa kasus itu ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).

“Saya rasa itu sudah jelas., dan kami memiliki cukup bukti.” papar Yu Myung-Hwan.

Menurut rencana Kamis (20/5) ini  tim penyelidik multinasional akan mengeluarkan laporan mengenai tenggelamnya korvet berbobor 1.200 ton di dekat perbatasan laut antar-Korea yang disengketakan, pada 26 Maret silam, yang menewaskan 46 pelaut Korea Selatan.

Para pejabat tinggi Korea Selatan sebelumnya memberikan isyarat kuat mengenai keterlibatan Korea Utara dalam ledakan dan karamnya kapal perang tersebut.

Namun Yu untuk pertama kalinya mengumumkan keterlibatan negara komunis tetangganya itu dalam karamnya kapal tersebut.

Pada Selasa (18/5), laporan-laporan media Korea Selatan menyatakan, negaranya telah menemukan “bukti yang tak terbantahkan” bahwa torpedo Korea Utara lah yang menenggelamkan salah satu kapal perangnya, berdasarkan menganalisa sisa residu kimia yang ditemukan di bangkai kapal tersebut.

Korea Selatan telah menjanjikan “tanggapan tegas” jika Korea Utara yang dipersalahkan atas tenggelamnya kapal itu.

“Analisis kepingan metal dan sisa residu yang ditemukan dari Cheonan serta di dasar laut membimbing kami untuk meyakini bukti kuat bahwa pada saat itu ada serangan torpedo Korea Utara,” kata sumber militer yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Korea Selatan Yonhap.

“Bekas peledak itu memiliki kesamaan dengan kimia yang ditemukan pada torpedo Korea Utara yang dilacak Korea Selatan tujuh tahun lalu,” papar sumber militer itu.

Suatu ledakan telah membelah korvet berbobot 1.200 ton itu menjadi dua di dekat perbatasan laut antar Korea yang disengketakan. Tenggelamnya kapal tersebut menewaskan 46 pelautnya.

Yonhap dan media lain juga mengatakan, suatu pecahan dianggap sebagai bagian dari terpedo itu telah ditemukan.

Surat kabar Dong-A Ilbo mengatakan, para penyelidik menyimpulkan pecahan dari torpedo itu adalah buatan China atau Rusia. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS