My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Korsel Adukan Korut ke Dewan Keamanan PBB

23 Mei
20:07 2010
Korsel Adukan Korut ke Dewan Keamanan PBB

Seoul – Korea Selatan berniat membawa Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB sebagai tindak lanjut atas temuan serpihan dan sisa residu terpedo Korea Utara pada bangkai kapal perang “Cheonan”.

Rencana ini diumumkan beberapa hari setelah hasil penyelidikan menemukan bukti tentang serangan torpedo atas kapal perang Korea Selatan, pada 26 Maret lalu.

Seperti yang diberitakan BBC Indonesia, Pemerintah Korea Selatan memang sudah mengatakan bahwa Korea Utara harus membayar atas serangan torpedo itu.

Tampaknya pemerintah Seoul ingin mendorong kesepakatan internasional untuk memperkuat sanksi yang ada saat ini terhadap Pyongyang.

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa langkah unilateral juga akan ditempuh, antara lain larangan kapal Korea Utara untuk memasuki wilayah perairan Korea Selatan maupun latihan anti kapal perang berskala besar dengan Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat lokasi tenggelamnya kapal perang itu.

Korea Utara sudah membantah keterlibatan dalam tenggelamnya kapal yang menewaskan 46 pelaut tersebut.

Namun penyelidikan yang dilakukan Korea Selatan menemukan bukti jika kapal  kapal perang jenis korvet ini diserang dan adanya bagian dari torpedo Korea Utara.

Keputusan Korea Selatan membawa masalah ini ke PBB, menurut dutabesar Indonesia untuk Korea Selatan, Nicholas T. Dammen sangat bisa dipahami.

Namun dia menilai langkah mencari resolusi baru dari Dewan Keamanan PBB mungkin tidak akan efektif mengingat lima anggota permanen Dewan Keamanan tidak punya pendapat yang sama dalam bersikap terhadap Korea Utara.

“Saya kira yang lebih tepat adalah mencoba menghidupkan kembali perundingan enam negara untuk membawa kedua Korea berunding,” ujar Nicholas Dammen, Minggu (23/5) malam.

Perundingan enam negara yaitu Amerika, Rusia, Cina, Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara dimulai tahun 2003 untuk menyelesaikan masalah program senjata nuklir Korea Utara secara damai.

Perundingan ini tidak banyak membuahkan hasil dan terhenti pada 2007 lalu.

Sementara itu, pengajar di Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Hankook, Seoul, Profesor Yang Seung Yoon berpendapat pemerintah negaranya masih berharap Cina yang selama ini dikenal pro Korea Utara, akan berubah sikap sedikit ketika masalah ini diangkat di PBB.

“Banyak yang memperkirakan bahwa sikap Cina yang pro Korea Utara tidak akan berubah banyak, tetapi dunia internasional mengharapkan paling tidak sikap Cina akan berubah sedikit,” kata Yang Seung Yoon.

Selanjutnya, Yang Seung Yoon mengatakan rakyat Korea Selatan mendukung sikap pemerintah membawa masalah ini ke PBB.(BBC)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS