My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kopaska Gelar Latihan Bersama Pasukan Katak Singapura

14 Juli
00:48 2008
Kopaska Gelar Latihan Bersama Pasukan Katak Singapura

Dispenarmatim – indosmarin.com

Surabaya – Guna meningkatkan kemampuan dan profesionalitas prajurit. Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI-AL dan Naval Diving Unit (NDU) Royal Singapore Navy (RSN) menggelar latihan bersama dengan sandi “Pandu Eodex 8/08”. Para peserta terdiri dari 14 prajurit Kopaska dan 15 prajurit NDU AL Singapura mendapat pembekalan materi latihan di Markas Kopaska, sejak 7 – 11 Juli 2008.

Usai mendapatkan pembekalan, para prajurit pasukan katak kedua negara akan bergerak ke Banongan, Tanjung Jangkar – Situbondo dan Selo Giri – Banyuwangi guna melaksanakan latihan lapangan.

Adapun materi latihan meliputi Explosive Vapour Detector, EOD/EDD Response; car’s Bomb & Building Clearence Prosedure, MCM Diving Opperation; Raise, Tow and Beach (RTB), Introduction for jungle warfare; Jungle Survival dan Bobby Trap.

Latihan yang digelar hingga 18 Juli ini secara resmi dibuka Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Lili Supramono yang diwakili Komandan Satpaska Koarmatim Letkol Laut (T) Julius Bustami di Markas Kopaska Armatim, Dermaga Ujung, Surabaya, pada Senin (7/7).

Menurut Bustami, terkait penggunaan bahan peledak dalam latihan ini, maka Pangarmatim selaku penanggungjawab latihan meminta kepada seluruh prajurit yang terlibat latihan, agar benar-benar menguasai materi dan melaksanakannya sesuai prosedur, sehingga tingkat kecelakaan ataupun kerugian dapat dihindari.

Kepada wartawan, Bustami mengatakan bahwa melihat pesatnya perkembangan dunia internasional, telah memunculkan berbagai bentuk tindak kejahatan dengan teror yang tidak hanya terjadi pada negara maju saja, tetapi juga terjadi pada negara berkembang, termasuk negara ASEAN. Adapun teror ini dilakukan sekelompok teroris dan sindikat internasional baik di darat, laut maupun udara.

Jika aksi teror ini terjadi di Indonesia dan tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap pembangunan ekonomi secara global yang berujung pada turunnya citra bangsa di dunia internasional.

“Semua itu merupakan tantangan yang harus dihadapi seluruh Bangsa Indonesia dalam hal ini TNI-AL khususnya,” ujar Bustami. Sembari menjelaskan bahwa latihan ini bagian dari antisipasi jika aksi-aksi terorisme muncul kembali(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS