My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Konferensi Internasional Peringatan Dini Tsunami, Indonesia Usulkan TEWS Berjaringan

12 November
20:11 2008
Konferensi Internasional Peringatan Dini Tsunami, Indonesia Usulkan TEWS Berjaringan

Muliarta-Indosmarin.com

Nusa Dua – Pakar tsunami dari 12 negara di Asia berkumpul di Nusa Dua Bali terkait pembukaan Konferensi Internasional Peringatan dini tsunami yang dibuka pada Rabu pagi (12/11/2008). Para pakar tsunami dari Perancis, Jerman, Jepang, Cina, Malaysia dan Indonesia bertemu untuk dapat membuat suatu formulasi system penanganan dini tsunami yang saling terkoneksi antara satu negara dengan negara lainnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Forum ini juga sebagai ajang tukar informasi mengenai data monitoring, model dan simulasi informasi tsunami , pemetaan tsunami dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi tsunami. Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengakui khusus untuk system peringatan dini tsunami di Indonesia kini telah mampu memberikan informasi yang lebih cepat mencapai 5 menit setelah terjadi gempa.

Kusmayanto menegaskan teknologi dalam antisipasi bencana tsunami merupakan hal yang penting, tetapi hal yang lebih penting adalah membuat system peringatan dini tsunami sebagai suatu budaya. “ Tidak kalah pentingya adalah bagaimana menjadikan system peringatan dini ini sebagai budaya kita, nah ini yang saya katakana jauh lebih sulit, saya sebagai orang teknologi itu jauh lebih sulit membudayakan system peringatan dini ketimbang membangun teknologinya”jelas Kusmayanto Kadiman.

Sedangkan Deputi Bidang Sistem data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Paulus Yosep Prih Harjadi mengatakan seluruh system peringatan dini di Indonesia ditargetkan selesai pada februari 2009. dimana untuk pemasangan peralatan saat ini telah mencapai 90%.

Prih Harjadi menyebutkan hanya pengiriman data melalui frekuensi radio (RDS) yang belum sama sekali terpasang. Sebab masih mencari frekuensi pemasangan yang tepat. Prih harjadi menambahkan selama 4 tahun terakhir Indonesia telah menghabiskan dana mencapai satu triliyun rupiah utuk pembangunan system peringatan dini tsunami(*)

sumber foto: http://www.rense.com

1 Komentar

  1. mayangsari
    mayangsari Juni 20, 13:17

    apa kabar????? kalian semua baik – baik aja kan?????aku dari kalimantan….kalian semua jaga diri baik – baik ya????

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS