My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Konferensi Basel Gagal Tetapkan Larangan Impor Limbah

27 Juni
11:15 2008

Muliartha – indosmarin.com

Nusa Dua – Konvensi Basel ke-9 yang diikuti sekitar 170 negara ini hanya menghasilkan suatu komitmen bersama yang dituangkan dalam sebuah deklarasi yaitu Deklarasi Bali. Dalam Deklarasi Bali tersebut terdapat poin yang intinya komitmen untuk mengimplementasikan prinsip dan tujuan konvensi Basel. Deklarasi Bali juga memuat komitmen untuk mencegah perpindahan limbah B3 lintas batas guna meminimalisasi pencemaran lingkungan.

Presiden Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 Rahmat Witoelar menegaskan Deklarasi Bali pada dasarnya memiliki kekuatan politis untuk menekan negara-negara di dunia untuk mulai mengimplementasikan BAN amandemen yang intinya berisikan larangan ekspor-impor limbah B3. “Kekuatannya kekuatan politis yang, jadi mendorong atau memotivasi agar negara-negara di dunia betul-betul menjadikan Ban amandement ini menjadi terwujud” ujar Rahmat Witoelar.

Hal senada disampaikan Sekretaris Eksekutif Konvensi Basel Katharina Kummer Piery. Katharina berharap Deklarasi Bali akan membantu mempercepat penerapan konvensi Basel. “Melalui deklarasi ini diharapkan implementasi dari konvensi Basel bisa dipercepat. Jadi deklarasi membantu untuk mewujudkan BAN amandemen” ujar Katharina. Gagalnya pembahasan penetapan larangan ekspor-impor limbah medis tidak saja diakibatkan adanya penolakan dari negara-negara penghasil limbah terbesar seperti Amerika, Jepang dan Kanada. Tetapi juga akibat berkembangnya industri daur ulang di beberapa negara seperti Thailand dan India, seperti diakui Ketua Delegasi Indonesia Agus Purnomo. “Kalau ekspor-impor dilarang maka Negara-negara yang mengembangkan industri daur ulang akan mengalami kekurangan bahan baku limbah untuk diolah. Negara industri daur ulang memerlukan kiriman limbah agar industrinya tetap berjalan” ungkap Agus Purnomo.

Selain gagal menetapkan larangan ekspor impor limbah B3, Konvensi Basel ke-9 juga gagal menetapkan suatu standar pengelolaan limbah kapal. Konvensi Basel ke-9 hanya menyepakati adanya upaya pembuatan pedoman dalam pengelolaan limbah elektronik seperti limbah telepon seluler dan limbah peralatan komputer. Dimana jumlah limbah elektronik di dunia diperdiksikan telah mencapai 40-50 juta ton pertahun(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS