My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Konferensi Basel Gagal, Laut Terancam Terkontaminasi Limbah B3

27 Juni
13:17 2008

Muliartha – indosmarin.com

Nusa Dua – Upaya menyelamatkan pencemaran laut dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mengalami kegagalan. Pembahasan penetapan larangan ekspor-impor limbah B3 dalam Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 (Konvensi Basel ke-9 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali pada 23-27 Juni 2008 berakhir dengan deadlock.

Negara-negara penghasil limbah terbesar seperti Kanada, Jepang dan Amerika tetap ngotot melakukan penolakan pelarangan ekspor-impor limbah B3. Padahal pembahasan larangan ini telah mengalami kevakuman sejak 1995. Negara-negara penghasil limbah terbesar tersebut khawatir jika larangan ekspor-impor diberlakukan maka akan mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengolah limbah.

Peneliti Third World Network Hira Jamthani menyatakan kegagalan ini merupakan ancaman bagi kelestarian laut. Hira Jamthani menyatakan larangan Ekspor-Impor limbah B3 merupakan harga mati. Sebab perdagangan limbah B3 tidak hanya membawa dampak negatif bagi kesehatan manusia di negara penerima, tetapi juga berpotensi besar menyebabkan pencemaran bagi laut saat proses pengangkutan. “Siapa yang tahu saat proses pengangkutan ditengah laut terjadi kebocoran, belum lagi ditengah laut situasi tidak ada yang berani menjamin. Apa yang akan dilakukan jika terjadi kebocoran?” papar Hira Jamthani.

Hira Menyerukan kepada negara-negara yang selama ini menjadi tempat pembuangan limbah untuk memberlakukan larangan pembuangan limbah. “Membuat peraturan nasional sendiri itu yang perlu dilakukan, ada 88 negara, termasuk beberapa di Uni Eropa dan di Afrika itu membuat peraturan nasional sendiri untuk melarang impor. Jadi kalau ada limbah beracun masuk itu artinya ilegal” tegas Hira Jamthani(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS