My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Koarmatim Bekali Prajurit TNI AL Dengan Pemahaman HAM

25 November
11:52 2008
Koarmatim Bekali Prajurit TNI AL Dengan Pemahaman HAM

Bintang Gerilja – indosmarin.com

Surabaya – Guna meningkatkan pemahaman para prajurit TNI AL tentang , Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar acara sosialisasi buku saku Hukum Humaniter Internasional dan HAM.

Buku setebal 38 halaman ini berjudul Hukum Humaniter Internasional dan HAM, diterbitkan atas kerjasama Dinas Pembinaan Hukum TNI AL (Diskumal) dengan FRR Law Office dan IALDF tahun 2008 di Jakarta. Adapun kata pengantar buku ini ditulis langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno.

Dalam kata pengantar buku saku ini, Kasal meminta agar para prajurit TNI-AL mengerti pedoman berperang yang benar dan penuh hormat. Dalam pengantar buku ini Kasal memberikan pengertian kepada para prajurit TNI AL bahwa HAM melekat pada diri manusia dan bersifat universal, langgeng serta harus ditegakkan. Kasal juga mengimbau agar penegakan HAM tidak boleh dilanggar siapa pun termasuk prajurit TNI AL baik pada situasi damai maupun perang, sebagaimana yang diatur dalam Konvensi Den Haag 1907.

Selain materi Konvensi Den Haag 1907, dalam buku saku ini juga terdapat materi tentang Konvensi Jenewa tahun 1949, Protokol Tambahan I & II tahun 1977, The Universal Declaration of Human Right 1948, Amandemen UUD 1945, UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM dan UU No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Tampil sebagai pembicara dalam acara pembekalan ini, Sekdiskumal Kolonel Laut Hari Utomo dan Fadila Agus, SH dari FRR Law Office, Jakarta.

Beberapa pesan utama dalam Hukum Humaniter Internasional diantaranya Hukum Humaniter internasional tidak melarang perang tetapi mengatur bagaimana berperang yang benar, dilarang menyerang orang yang sedang serta berperang, dilarang menggunakan sarana dan metode berperang yang menimbulkan penderitaan dan kerugiaan yang berlebihan, serangan hanya ditujukan pada sasaran militer serta memberikan perlindungan kepada orang sipil dan objek sipil.

Sedangkan HAM yang tidak boleh dilanggar dalam situasi apapun diantaranya hak hidup, hak tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. Acara yang berlangsung di Gedung Panti Armada, Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya ini dihadiri sedikitnya 200 prajurit TNI AL dari berbagai satuan.(*)

Sumber foto: Dispenarmatim

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS