My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

KKP Pulangkan 16 Nelayan Sinjai dari Australia

04 November
16:00 2013

Semarang– Enam belas nelayan Indonesia asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, berhasil dipulangkan kembali ke Indonesia setelah sebelumnya sempat mendekam dalam tahanan pemerintah Australia atas tuduhan melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.

Keenam belas nelayan tersebut ditangkap Australian Fisheries Management Authority (AFMA) pada 11 Oktober 2013 lalu dengan tuduhan melakukan penangkapan ikan secara illegal di wilayah Australia.Mereka adalah Firman, Souleng, Serang, Rusdi, Amirudin, Indra Aditya, Wiranto, Sudirman, Dival, Muhammad Tahir Fajar, Abdul Muin, Amiruddin, Mukrimin, Faizal Anwar, Taharuddin dan Tanhar, yang dipulangkan secara bertahap mulai tanggal 30 Oktober 2013 s.d 3 November 2013.

Keenam belas nelayan ini dipulangkan ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Jetstar dan Air Asia melalui Denpasar, Bali, kemudian akan diterbangkan ke Makassar untuk dipulangkan ke Sinjai, Sulawesi Selatan.

“Pemulangan nelayan ini merupakan wujud nyata keberpihakan KKP terhadap nasib para nelayan Indonesia,” ujar Direktur Jenderal PDSKP, Syahrin Abdurrahman, dalam siaran persnya kepada Indosmarin.com, Senin (5/10) siang.

Menurut Abdurrahman, pihaknya telah mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang daerah penangkapan di Indonesia.

“Namun bila ternyata terdapat nelayan yang tertangkap di negara lain, maka KKP secara proaktif bekerjasama dengan pihak Kementerian Luar Negeri, untuk mengupayakan pemulangan mereka” imbuh Syahrin Abdurrahman.

Pemulangan para nelayan tradisional ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Advokasi Nelayan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin, Australia.(Gen)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *