My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

KKP Minta PT Garam Beli Garam dari Petambak

 Breaking News
06 September
16:15 2016
KKP Minta PT Garam Beli Garam dari Petambak

Jepara – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada PT Garam untuk membeli garam dari para petambak garam, yang telah menggunakan alat geoisolator.

Seperti diketahui, geoisolator mampu menghasilkan produksi garam lebih bagus dan meningkatkan kapasitas produksi dua kali lipat serta jaminan harga yang lebih tinggi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastut mengatakan geoisolator yang dipasang di lahan tambak garam mampu menghasilkan produksi lebih banyak. Selain itu, kualitas garam akan sesuai dengan kebutuhan industri garam.

“Untuk garam, saya juga kirim surat untuk minta revitalisasi tambak garam. Saya juga meminta kepada PT Garam untuk membeli hasil panen dari sini. Kira-kira Rp600/kg,” ujar Susi, disela-sela kunjungannya di Kabupaten Jepara, Senin (5/9/2016).

Susi mengatakan KKP secara optimal mendorong kesejahteraan petambak garam di Indonesia guna mendapatkan hasil garam berkualitas tinggi.

Terkait dengan hal itu, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) akan segera merevitalisasi kanal-kanal yang masuk ke sungai dari luar yakni air laut, sehingga dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk memproduksi garam.
Susi menilai hasil panen petambak garam geoisolator di wilayah Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara sudah bagus.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, selama ini harga garam tradisional petani di pesisir Jepara jauh dari harapan petani atau berkisar Rp300-Rp400 per kilogram.

Dengan adanya pabrik garam berteknologi, katanya, diharapkan kualitas garam lebih meningkat sehingga harga garam di tingkat petani menjadi ideal atau sekitar Rp600-Rp700/kg.

“Kalau Jepara butuh akan saya arahkan agar pabriknya didirikan di Jepara. Tapi Jepara siap enggak garamnya juara satu,” paparnya.(Bisnis.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS