My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

KKP Fasilitasi Penyerapan 234 Ribu Ton Garam

17 Maret
01:11 2012

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi penyerapan sebanyak 234 ribu ton garam, setelah tim terpadu lintas kementerian melakukan verifikasi data jumlah stok garam yang terdapat di petambak.“KKP memfasilitasi penyerapan sisa stok garam rakyat tahun 2011 sebesar 234 ribu ton yang masih berada di masyarakat atau pengumpul agar dapat dibeli oleh perusahaan produsen,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Jumat malam.

Sharif memaparkan, selama dua pekan terakhir telah dilakukan verifikasi stok garam oleh Tim Swasembada Garam Nasional yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Perekonomian dengan melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, Bakosurtanal serta BPS.

Dari hasil awal ditemukan bahwa masih terdapat stok garam di masyarakat dan pengumpul sekitar 234 ribu ton, khususnya di tujuh sentra garam yang juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan garam nasional.

Selain itu, keseriusan KKP dalam memacu produksi garam rakyat dibuktikan dengan program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang dilaksanakan di 40 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

KKP menargetkan produksi garam konsumsi 2012 mencapai 1,3 juta ton garam rakyat melalui dukungan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Non BLM sebesar Rp107,6 miliar di atas lahan seluas 16.500 hektare yang melibatkan 29.000 petambak garam yang tergabung dalam 3.035 kelompok usaha.

“Jika produksi ini tercapai, maka diharapkan garam ini menjadi bahan baku garam konsumsi tahun 2013, sehingga tahun depan tidak perlu lagi impor garam konsumsi,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengungkapkan, sebelum program Pugar dimulai 2011, harga garam di petambak berkisar Rp150 – Rp300 per kilogram.

Sementara pada pekan lalu, hasil observasi lapangan Tim Swasembada Garam Nasional menunjukkan harga meningkat menjadi Rp450 – Rp700 per kilogram.

“Ini bukti nyata bahwa intervensi pemerintah secara terbatas terhadap mekanisme pasar memberikan manfaat yang positif bagi petambak garam,” katanya.(Ant)

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS