My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kima Garden untuk Konservasi dan Destinasi Pariwisata Bahari yang Berkelanjutan

 Breaking News
17 Agustus
12:24 2015
Kima Garden untuk Konservasi dan Destinasi Pariwisata Bahari yang Berkelanjutan

Nusa Dua – KUD Yasa Segara Bengiat bersama Nusa Dua Reef Foundation (NDRF) berinisiatif membangun Kima Garden di pesisir Pantai Nusa Dua. Kima Garden dirancang menjadi atraksi ekowisata berbasis konservasi kima dikombinasikan dengan program rehabilitasi terumbu karang dengan menggunakan metode restocking yaitu pengembalian populasi di alam.

Saat ini sangat sulit menemukan kima di perairan dangkal Nusa Dua” kata Pariama Hutasoit, Direktur Nusa Dua Reef Foundation saat ditemui di Nusa Dua-Bali pada Senin, 17 Agustus 2015.

Pariama memaparkan perairan dangkal Nusa Dua merupakan habitat kima (giant clams/Tridacna sp.) sebelum dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Kerang raksasa ini menjadi salah satu sumber makanan penting masyarakat pesisir Nusa Dua.

Selain karena kelezatannya, cangkangnya juga dimanfaatkan sebagai wadah pakan ternak. Pengambilan berlebih dan rusaknya habitat terumbu karang akibat penambangan karang (coral mining) maupun cara pengambilan kima dengan mencongkel karang yang dilakukan di masa lalu, menyebabkan penurunan drastis populasi kima.

Peranan Kima di alam adalah Penyaring (filter feeder) karena secara ekologis kima  merupakan hewan yang bertugas untuk menyaring air. Kima dijuluki penjaga kebersihan perairan. Kima juga dikenal sebagai  Indikator.“Adanya kima menjadi penanda bahwa perairan tersebut masih baik dan menjadi indicator perubahan suhu” ujar Pariama.

Pariama menyampaikan pengembangan Kima Garden diharapkan dapat mengembalikan populasi kima di Nusa Dua. Upaya konservasi ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dan industri pariwisata melalui beragam atraksi wisata laut yang ramah lingkungan dan bernilai edukasi. Manfaat penting lainnya adalah mempromosikan Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Upaya restocking kima akan didukung penuh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, yang telah melakukan riset dan pengembangan budidaya kima sejak tahun 1990di Pulau Baranglompo, Sulawesi Selatan. Dua jenis kima yang telah berhasil dikembangkan di sana, yaitu Kima sisik (Tridacna squamosa) dan Kima pasir (Tridacna hipopus hippopus)akan dipindahkan ke Kima Garden di Nusa Dua, Bali pada akhir Agustus 2015.(Rendya Raditya)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *