My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Keluarga ABK MV Sinar Kudus Keberatan Dilakukannya Tindakan Militer

14 April
15:46 2011

MV Sinar Kudus

Magelang – Keluarga Ariyanto (28), salah seorang anak buah kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak di Somalia, menyatakan keberatan jika pembebasan para sandera dilakukan melalui operasi militer.

Supardi (48), orang tua Ariyanto yang tinggal di Dusun Suko, Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (14/4) mengatakan bahwa operasi militer akan sangat berisiko bagi keselamatan ABK.

Ariyanto, mahasiswa semester V Akademi Maritim Yogyakarta (AMY) yang menjadi salah satu ABK Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Ship Management disandera perompak di Somalia pada 16 Maret 2011.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Supardi dan Raminah ini sudah ikut dalam pelayaran kapal tersebut sejak Agustus 2010 untuk melakukan proyek laut (prola) sebagai syarat kelulusan pendidikannya di AMY.

“Kami khawatir jika dilakukan operasi militer karena anak kami dan ABK lainnya menjadi jaminan diberikannya uang tebusan dari pemerintah oleh perompak,” katanya.

Supardi mengatakan, jika dilakukan operasi militer dikhawatirkan mereka menjadi sasaran utama kemarahan para perompak. Apalagi kalau operasi militer terjadi baku tembak antara perompak dan tentara. Situasi seperti itu bisa sangat mungkin membuat para ABK akan terjebak di tengah pertempuran.

“Kami membayangkan kondisi seperti itu akan terjadi jika dilakukan operasi militer. Sebagai orang tua, kami sangat khawatir,” katanya.

Menurut Supardi, sebaiknya pemerintah melakukan pertemuan dengan semua keluarga ABK yang disandera di Somalia. Hingga sekarang pemerintah belum melakukan hal tersebut.

Selama ini, katanya, pemerintah hanya memberikan jaminan keselamatan dan informasi perkembangan tentang keberadaan anaknya melalui perusahaan pemilik kapal dan baru dilakukan pertemuan sekali.

Supardi berharap, cara pembebasan tidak melalui operasi militer. “Kami dan keluarga ABK yang lain tentu berharap anggota keluarganya pulang ke kampung halaman dengan selamat,” katanya.(Ant)

1 Komentar

  1. albangsari
    albangsari April 23, 02:58

    sudah benar apa yang dilakukan pemerintah yakni memberikan informasi kepada keluarga dan memberikan jaminan keselamatan.
    langkah operasi militer dan negosiasi bisa dijalankan sama-sama mengingat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
    tidak ada kepentingan keluarga korban diajak musyawarah untuk tindakan yang diambil pemerintah.
    karena apa yg ada dalam pemikiran keluarga sdh dibicarakan dan dibahas oleh pemerintah, yakni keselamatan.
    kalau keluarga diajak musyawarah ujung-ujungya ada prediksi akan ada yang mempengaruhi supaya keluarga minta tebusan keselamatan dengan pemerintah.
    lalu siapa yang sebenarnya jadi pembajak?????

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS