My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kegagalan Mengelola Limbah, Sebabkan Kelaparan dan Kemiskinan Global

27 Juni
11:08 2008

Muliartha – Indosmarin.com

Nusa Dua – Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam naskah pidatonya yang dibacakan Perwakilan PBB di Indonesia El Mostofa Benlamlih mengingatkan akan ancaman limbah B3 terhadap pencapaian target pembangunan milenium (MDG’s). Menurut Ban Ki Moon, limbah B3 akan menjadi ancaman jika tidak ada komitmen dari Negara-negara di dunia untuk melakukan pengelolaan secara efektif.

Ban Ki Moon menegaskan kegagalan pengelolaan limbah B3 tidak hanya membawa penderitaan bagi Negara-negara miskin. Kegagalan pengelolaan limbah B3 juga akan membawa kelaparan dan kemiskinan di seluruh dunia. Ban Ki Moon mengungkapkan penerapan aplikasi konvensi Basel kini juga menghadapi tantangan baru yaitu limbah elektronik seperti limbah telephon seluler. “Limbah elektronik yang akan menjadi masalah besar. Mengingat banyaknya penggunaan telephon seluler, yang mencapai 400 juta telepon seluler,” kata Ban Ki Moon.

Direktur Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) daerah Bali Agung Wardhana menyatakan posisi konvensi Basel saat ini tidak lebih dari semacam macan kertas. Selain tidak memiliki larangan dan sangsi, penerapan konvensi basel kini juga dihadapkan pada masalah penurunan bantuan donor.

Kondisi ini akan menyebabkan regional center (Kantor Pusat Regional) tidak akan mendapatkan dana operasional. “Konvensi Basel ini dikatakan macan kertas karena sampai hari ini konvensi ini tidak bisa diberlakukan, yang pertama karena sekretariat Basel Convention itu tidak memiliki cukup dana untuk membantu regional-regional center dalam melakukan kerja-kerjanya padahal ujung tombak dari Basel convention ada di regional center,” ujar Agung Wardhana.

Selain gagal menetapkan larangan ekspor impor limbah B3, Konvensi Basel ke-9 juga gagal menetapkan suatu standar pengelolaan limbah kapal. Standar pengelolaan limbah kapal pada dasarnya dalam konvensi Basek ke-9 mengalami penundaan pembahasan. Penundaan ini dilakukan sambil menunggu adanya standar awal penilaian pengelolaan limbah kapal dari organisasi maritim internasional atau IMO. Konvensi Basel ke-9 hanya menyepakati adanya upaya pembuatan pedoman dalam pengelolaan limbah elektronik seperti limbah telephon seluler dan limbah peralatan komputer. Dimana jumlah limbah elektronik di dunia diperdiksikan telah mencapai 40-50 juta ton pertahun(*)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS