My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

KASAU: Pulau Natuna akan Dijadikan Pangkalan Militer Terpadu

 Breaking News
20 November
15:14 2015
KASAU: Pulau Natuna akan Dijadikan Pangkalan Militer Terpadu

Karanganyar – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan Pulau Natuna Provinsi Kepulauan Riau akan dijadikan pangkalan militer terpadu seperti “Pearl Harbor” di Indonesia.

“Kami memang bercita-cita membangun Pangkalan Udara (Lanud) Natuna menjadi pangkalan militer terpadu seperti “Pearl Harbor” Indonesia,” kata Kasau usai ikuti upacara pelantikan Perwira Setukpa 2015, di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Sumarmo Karanganyar, Jumat.

Menurut Kasau bahwa Pearl Harbor tersebut merupakan pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Kepulauan Hawai, sedangkan Lanud Natuna yang kini tipenya masih C dan akan ditingkatkan menjadi tipe B.

Menurut Kasau, kegiatan pembangunannya tahun ini, sudah dimulai dan mendapatkan dukungan dana dari Kementerian Pertahanan di atas Rp200 miliar.

Kasau mengatakan di wilayah Pulau Natuna tersebut karena merupakan jalur pelayaran yang strategis, dan juga untuk memantau keamanan di perbatasan Indonesia dengan negara-negara lain.

“Sehingga, jika ada negara lain yang saling mengklaim, tetapi Indonesia berdiri di wilayah itu sebagai pihak ketiga akan ikut menjaga keamanan,” katanya.

Pihaknya berharap pembangunan peningkatan Lanud Natuna yang dimulai tahun ini, dapat selesai pada pertengahan 2016 dan penambahan sarana prasaran dapat digunakan dengan maksimal.

Namun, Kasau menjelaskan karena pembangunan menyesuaikan anggaranya tentu belum dapat seperti yang diharapkan cita-cita pangkalan militer seperti Pearl Harbor di Hawai.

Kasau menjelaskan dengan pembangunan peningkatan Lanud Natuna tersebut dari tipe C menjadi B, tentunya akan penyesuaian dipimpin komandannya seorang perwira berpangkat Kolonel.

Menyinggung soal kondisi saling klaim di laut China Selatan oleh negara-negara lain tersebut, Kasau mengatakan Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan negara lain. Namun, Indonesia sebagai pihak ketiga juga harus ikut menjaga keamanan.(ANTARA)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS