My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kasal Jadi Warga Kehormatan Marinir

15 November
20:26 2009
Kasal Jadi Warga Kehormatan Marinir

kasal2009Surabaya – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, Minggu (15/11), diangkat menjadi Warga Kehormatan Korps Marinir. Adapun penganugerahan ini diberikan bertepatan perayaan HUT ke-64 Korps Marinir di Bhumi Marinir, Karangpilang, Surabaya.

Acara pengangkatan orang nomor satu di jajaran TNI AL ini ditandai dengan penyerahan baret ungu kebanggaan Korps Marinir oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin kepada Pati TNI AL berbintang tiga itu.

“Saya bangga dan berterima kasih atas pengangkatan sebagai warga kehormatan Marinir itu,” kata mantan Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) itu.

Setelah prosesi pengangkatan usai, Kasal pun memimpin upacara parade dan defile peringatan HUT ke-64 Korps Marinir yang dihadiri sejumlah pejabat teras TNI, TNI AL, Korps Marinir, dan undangan lainnya.

Upacara parade dan defile dalam peringatan HUT ke-64 Korps Marinir itu dilaksanakan cukup meriah dengan melibatkan lebih dari 5.000 prajurit Korps Marinir.

Pasukan parade yang dipimpin Komandan Upacara Kolonel Marinir Edi Juardi itu terdiri dari lima batalyon upacara yang ditambah kompi bendera dan lambang-lambang satuan, kompi pasukan khusus, musik dan PNS, kompi Kadet Marinir dan Marching Band Gita Jala Kencana dari AAL.

Selain acara pokok peringatan, Korps Marinir juga menampilkan sejumlah atraksi keterampilan prajurit yang cukup menarik dan mendapat applaus meriah dari tamu undangan.

Atraksi diawali dengan ratusan prajurit Korps Marinir yang melaksanakan demonstrasi karate massal dengan memerankan kata “Jion.”

Selanjutnya, puluhan Marinir memperagakan kolaborasi seni beladiri “Ninja Samurai” dengan permainan kata “Nijusiho” dalam karate yang diakhiri dengan perkelahian ala Samurai Jepang itu.

Acara berlangsung semakin meriah tatkala 610 Jalasenastri (para istri prajurit) Korps Marinir unjuk keterampilan dengan membawakan tari “Tanduk Majeng” yang merupakan tarian kolosal dengan goyang lenggak-lenggok khas Madura.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS