My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Karena Alasan Teknis, “Anzac Day” Batal Digelar di Ambon

19 April
08:07 2011
Karena Alasan Teknis, “Anzac Day” Batal Digelar di Ambon

Upacara Peringatan Anzac Day (ilustrasi)

Ambon – Peringatan gugurnya tentara persemakmuran pada perang dunia II atau yang dikenal Anzac Day di Kota Ambon, Maluku pada 25 April 2011 mendatang batal digelar karena alasan teknis.

Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja, di Ambon, Selasa (19/4), mengatakan, pertimbangan teknis dari berbagai komponen bangsa di Maluku tersebut telah disampaikan ke Kedubes Australia di Jakarta maupun pemerintah Northern Territory sebagai kota kembar dari Ambon.

“Pemkot Ambon pada prinsipnya telah memfasilitasi minat pemerintah Australia dan negara – negara persemakmuran lainnya untuk mengaktifkan kembali peringatan Anzac Day , tapi karena pertimbangan teknis tersebut sehingga pada 2011 ini belum bisa diselengarakan,” ujarnya.

Jopi mengakui persiapan pelaksanaan peringatan Anzac Day telah dibahasnya dengan Atase Pertahanan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia, Brigadir Gary Hogan di Ambon pada 18 Februari 2011.

Dari pertemuan itu disepakati pelaksanaannya berupa patroli bersama antara AL Australia dan TNI-AL di perbatasan kedua negara.

Panglima Angkatan Bersenjata Australia juga berencana turut mengambil bagian dalam acara ini.

Walikota Ambon Jopi Papilaja menyambut baik dan mendukung rencana tersebut sebagai model promosi Maluku, khususnya Kota Ambon.

“Kegiatan tersebut tidak saja dihadiri tentara aktif bertugas, tetapi juga para purnawirawan persemakmuran serta anak cucu mereka,” katanya.

Untuk mengangkut para purnawirawan yang dulu bertugas di Ambon beserta keluarganya, pemerintah Australia akan menyiapkan pesawat khusus yang diterbangkan dari Darwin ke Ambon.

Sebelumnya Wali Kota Darwin, Graeme Sawyer melakukan penerbangan langsung untuk menghadiri event Darwin-Ambon Yacht Race pada Juli 2010.

Di Taman Persemakmuran Kapahaha di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon terdapat 1.092 makam serdadu Australia, Inggris (810), Belanda (186), India (30), Kanada (dua) dan masing-masing satu dari Selandia Baru dan Afrika Selatan serta 15 lainnya tidak teridentifikasi.

Pada kawasan makam ini juga dibangun “Tugu Ambon” oleh Commonwealth War Commission dalam rangka memperingati 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku, Sulawesi dan Kepulauan sekitarnya dalam perang dunia II.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS