My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kapal Layar “Cruise Missile” Finish Pertama di Ambon

27 Juli
05:04 2010
Kapal Layar “Cruise Missile” Finish Pertama di Ambon

Ambon – Kapal Layar berbendera Australia Cruise Missile yang mengikuti lomba layar internasional Darwin (Australia Utara) – Ambon, Maluku, mencapai garis finish pertama di Pantai Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Kapal yang dinakhodai Wayne Huxley itu mencapai finish pada Senin petang pukul 18.56 WIT, disambut tepuk tangan ratusan warga yang telah menunggu di bibir pantai Desa Amahusu, diselingi sirine kendaraan bermotor.

Saat berada pada posisi 200 meter dari garis start kapal layar tersebut telah disambut dengan alunan suara musik tradisional Maluku “Totobuang” yang dimainkan sejumlah pemuda diatas sebuah perahu yang ikut menjemput dan mengiringi kapal layar tersebut hingga mencapai finish.

Sebenarnya Cruise Missile mengalami keterlambatan dua jam karena sempat mengalami kondisi mati angin saat tiba di muka perairan Teluk Ambon, sehingga perjalanan tanpa menggunakan mesin itu menjadi lambat.

“Seharusnya kapal Cruise Missile sudah finish pada pukul 16.19 WIT sesuai perhitungan waktu, sekaligus memecahkan rekor yang pernah diukirnya pada lomba yang sama tahun 2009 lalu, tetapi mereka mengalami mati angin,” ujar Ketua Panitia Lomba, Hellen de Lima.

Kapten kapal layar Cruise Missile, Wayne Huxley juga mengakui kondisi mati angin yang ditemui saat hendak memasuki perairan Teluk Ambon.

“Saat `flag off` dari Pelabuhan Beagie, Darwin, Sabtu (24/7), angin bertiup sangat kencang, sehingga memudahkan pelayaran menuju Ambon,” katanya.

Sedangkan saat memasuki perairan Laut Timor, Arafura dan Laut Banda, para pelayar dihadang ombak besar mencapai lima meter, sehingga Wayne Huxley harus kehilangan jangkarnya yang putus.

Kehilangan jangkar ini juga yang membuat kapalnya sulit untuk ditambatkan di perairan depan Desa Amahusu, sehingga ditempuh kebijakan kapalnya diikat sementara dengan buih yang dipasang di garis finish.

Setelah dilakukan pengecekan dokumen imigasi, Huxley dan empat krunya dipersilahkan turun ke darat dan menerima pengalungan kain tenun dan plakat yang diserahkan pemerintah Kota Ambon.

Hellen de Lima memperkirakan peserta lainnya baru akan mencapai finish di pantai desa Amahusu pada Selasa (27/7) siang hingga Kamis 29 Juli mendatang.

Lomba layar itu digelar sebagai salah satu rangkaian program kerja sama kota bersaudara (sister city) Darwin-Ambon yang telah dilakukan pemerintah kedua wilayah sejak tahun 1976 lalu.

Lomba menempuh perjalanan 600 mil laut itu diikuti 16 peserta yakni Boussole berbendera Australia dengan captain Louise Diana Becker, Cattitude (Australia/James Patrick Grierson), Cruise Missile (Australia/Wayne Edward Huxley), Chaccone (Finlandia/Siggberg Svante Emil), Freedom Express (Australia/Ross McCombe), Ia Orana (Inggris/David Wright), Jaz I (Australia/Kevin John Mearns).

Selain itu, Gemini Jo (Australia/Edwin Roy Green), Kishka (Australia/Michael Laurence Butler), Marrawudi (Australia/Dix Gregory Arthur), Maralinga (Australia/John Jordan), Moemoea (Australia/Susin Kerry Churchill), Olza (Australia/Tadeusz Rusek), Pandora (Australia/Richard Alfred Setter), Papillon III (Australia/Clas Goran Herbert Nilsson) dan Sanuk II (Australia/Shayne Evan Farnell).

Lomba ini pada awalnya diselenggarakan oleh Cruising Yacht Association of the Northern Territory Incorporated (CYANT).
Asosiasi itu menyelenggarakan perlombaan perahu layar pada tahun 1976 hingga 1998 dan selanjutnya ditangguhkan karena alasan instabilitas keamanan di Maluku.

Pada perkembangannya, jumlah peserta semakin bertambah dan tercatat tahun 1999 jumlahnya mencapai 100 kapal, tetapi pelaksanaan dibatalkan akibat ketidakstabilan keamanan di Ambon akibat konflik sosial yang terjadi.

Lomba ini baru dihidupkan kembali dan diawali dengan kunjungan perwakilan dari Ambon ke Darwin pada April 2006 dengan mengusung misi memulai kembali pelaksanaan kegiatan perlombaan. Selama masa kunjungan, pendekatan dilakukan kepada Dinah Beach Cruising Yacht Association Incorporated (DBCYA).

Asosiasi itu menunjukkan ketertarikan dengan menyaratkan situasi Ambon sudah dinyatakan aman. Ketika delegasi DBCYA dikirimkan ke Ambon dan memastikan situasi aman serta siap menyambut pelayaran internasional tahun 2006 hingga 2009 lalu.

Pada tahun 2009, juara umum Darwin-Ambon Yacht Race diraih perahu layar Mai Tai dengan skipper Colin Wilesmith dan berhak atas trophy Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Perahu layar Mai Tai juga meraih gelar juara multihull division, disusul Lightfoot (Graham Shaw) dan Cruise Missile (Wayne Huxley). Di kategori Monohull Division juara pertama diraih perahu layar Jasmin (Michael O`Keefe), disusul Maralinga (John Jordan). (Ant)

Tags
Share

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS