My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kapal Ikan “Rejeki Abadi” Dibakar Orang Tak Dikenal

24 April
14:27 2011

Kapal Terbakar (ilustrasi)

Pangkalpinang – Kapal Motor (KM) Rezeki Abadi yang mengangkut sekitar 25 ton ikan ke Pelabuhan Moro, Provinsi Riau, Sabtu (23/4) dini hari terbakar di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

“Dugaan sementara kena bom molotov yang dilempar orang tidak dikenal, karena ditemukan pecahan botol disertai sumbu dan bahan bakar jenis bensin, namun tidak ada korban jiwa atas kejadian itu,” ungkap wakil kapten KM Rezeki Abadi, Cing Kiong di Pangkalpinang.

Cing Kiong menjelaskan, kejadiannya Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB, kapal terbakar saat anak buah kapal (ABK) yaitu Hardianto, Sugianto, Sukiman, Dasman dan Zainal tertidur dan langsung bangun ketika melihat kobaran api menjilati dinding kapal dan membakar kasur dan pakaian.

“Seluruh atau sekitar 150 fiber (tempat penyimpanan ikan) atau dengan berat sekitar 25 ton berhasil dikeluarkan dari kapal pada saat api berkobar, sementara api berhasil dijinakkan dengan memakai racun api,” ujarnya.

Beruntung, api belum sempat menjalar ke bagian bawah kapal yang berisikan sekitar 150 piber (tempat penyimpanan ikan) dan bahan bakar jenis solar, sehingga kapal tidak ludes dilalap “si jago” merah itu.

Menurut Cing Kiong, kapal ikan KM Rezeki Abadi rencananya Sabtu malam berangkat ke Pelabuhan Moro dengan menempuh 30 jam perjalanan, mengangkut ikan kualitas ekspor yang melayani rute Pelabuhan Pangkabalam menuju Pelabuhan Moro, Riau dan kemudian dibongkar dikirim ke Malaysia.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pelaksana Pengawas Pelabuhan (KPPP) Pelabuhan Pangkalbalam, AKP Herry Purwanto, membenarkan kejadian tersebut dipicu dari lemparan botol yang berisikan bahan bakar jenis bensin dan kemudian dinyalakan pada bagian sumbunya.

“Kasus ini tengah kami selidiki lebih lanjut, dengan meminta keterangan kapten dan ABK KM Rezeki Abadi,” ujarnya.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS