My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kapal Esperanza Cegah Kapal Minyak Sawit Tinggalkan Indonesia

10 November
12:45 2008
Kapal Esperanza Cegah Kapal Minyak Sawit Tinggalkan Indonesia

AktivisGreenpeace, pada Senin pagi (10/11) waktu setempat melakukan aksi untuk menyoroti sejumlah kapal tanker ekspor yang memuat CPO yang akan berlayar meninggalkan Dumai sebelum berangkat menuju Eropa.

Dalam aksinya ini para aktivis melakukan pencegatan sebuah tongkang yang penuh dengan kayu bulat di pelabuhan. Dalam aksinya ini para aktifis menuliskan kata-kata "Forest Crime" atau "Kejahatan Hutan" pada lambung tiga kapal bermuatan minyak kelapa sawit dan tongkang kayu tersebut.

Adapun aksi ini ditujukan sebagai protes atas masih berlangsungnya perusakan hutan Indonesia. Bahkan salah satu aktivis Greenpeace mengunci dirinya pada rantai jangkar dari kapal Gran Couva untuk mencegah kapal ini meninggalkan Indonesia. Untuk diketahui muatan minyak kelapa sawit diatas “Gran Couva” adalah milik Grup Wilmar.

Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, Greenpeace melakukan aksi untuk menyoroti buruknya dampak yang ditimbulkan industri kelapa sawit dan industri penebangan terhadap ekosistem lahan gambut dan hutan Indonesia serta terhadap iklim global. "Memenuhi permintaan minyak kelapa sawit dan komoditi lain bisa tetap berlangsung tanpa merusak hutan dan perusahaan seperti Wilmar harus mendukung seruan industri dan pemerintah daerah untuk penghentian sementara penebangan." ujar Bustar menjelaskan.

Dalam pelayaran "Hutan untuk Iklim" kapal Esperanza di Indonesia, Greenpeace telah mengumpulkan bukti-bukti baru konversi hutan besar-besaran di Propinsi Papua untuk perkebunan kelapa sawit dikonsesi Sinar Mas dekat Jayapura. Greenpeace juga menemukan pembukaan hutan baru pada hutan gambut di Riau.

Konversi hutan dan lahan gambut yang demikian pesat untuk perkebunan kelapa sawit dan bahan bubur kertas merupakan pendorong deforestasi terbesar di Indonesia. Karbon yang dilepaskan oleh kegiatan ini membuat Indonesia menjadi pengemisi gas rumahkaca ketiga terbesar di dunia. Sebagian besar ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia bertujuan ke Cina, Eropa dan India(*)

sumber foto: Greenpeace Asia Tenggara

Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS