My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kapal Armada Tuna Kandas Di Mentawai

27 Februari
00:14 2009
Kapal Armada Tuna Kandas Di Mentawai

Padang – Satu kapal penangkap dan pengangkut ikan tuna ekspor yaitu KM Tuna Jaya 01 kandas  di pantai Karang Bajat, Pulau Siberut, Kabupaten kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, namun kapten dan sepuluh anak buah kapal (ABK) selamat.

“Kapal itu kandas Rabu (25/2) sekitar pukul 03.00 WIB, karena kapten kapal tidak dapat melihat jelas daratan pantai karena tidak ada lampu mercu suar dan kondisi hujan lebat,” kata Bambang Kusmanto, Kapten Kapal KM Bahagian Merine kepada ANTARA di pelabuhan Bungus Padang, Jumat malam.

Ia mengatakan, saat kejadian itu KM Tuna Jaya 01 dan kapal Bahagia Merine yang merupakan satu rombongan menuju Pelabuhan Laut Bungus Padang dengan membawa 11 ton ikan tuna.

Namun, karena gelap saat hujan lebat ditambah tidak ada lampu mercu suar, KM Tuna Jaya 01 tidak dapat melihat pinggir pantai sehingga kandas dan terjerembab ke pasir .

“Lambung kapal pecah dan posisinya miring sehingga badan kapal dimasuki air”, kata Bambang.

Kapten dan awak kapal diselamatkan namun kapal berbahan fiberglass itu tidak dapat ditarik lagi ke laut karena lambungnya pecah serta banyaknya air laut yang masuk ke badan kapal.

Hingga kini KM Tuna Jaya 01  masih terjebak di pantai Karang Bajat sedangkan muatan kapal berupa ikan tuna ekspor dipindahkan ke KM Bahagia Merine untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Bungus Padang. Ikan tuna tersebut akan di-eksport ke Jepang melalui Bandara Soekarno Hatta.(Ant)

Tags
Share

2 Komentar

  1. PAKDE UWO
    PAKDE UWO Maret 26, 15:26

    Kalau jaman dulu sebelum ditemukan teknologi navigasi elektronik sudah sering kapal kehilangan arah jalur pelayaran pantai dalam cuaca hujan badai malam hari. Tapi di jaman yg canggih seperti sekarang ini seharusnya kejadian tsb dpt diantisipasi dengan teknologi navigasi elektronik berupa radar, echo sounder, GPS, lampu kabut, dll.Keteledoran pihak pengusaha tidak melengkapi kapal dengan teknologi navigasi elektronik adalah kesalahan fatal. Operator kapal yg tdk profesional & lalai bernavigasi juga dpt sbagai penyebab human eror. (Mantan KKM SFDP Padang 1984-1989, ph: 0813 8355 8888).

  2. DD
    DD Juni 08, 10:20

    kalau boleh tahu… kapal-kapal atau boat penangkapan ikan di Padang dan sekitarnya sudah dilengkapi dengan navigasi atau belum ya???? karena sangat riskan.. daerah dengan potensi besar dan pengahasilan yang besar juga tidak bisa melengkapi boat dengan alat navigasi… Nelayan Aceh sudah mulai menggunakan alat navigasi seperti Fishfinder yang dilengkapi dengan GPS karena mereka sadar akan keselamatan navigsi

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS