My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Kadispenal Bantah Berita Tenggelamnya KRI Kupang-582

09 Februari
10:26 2009
Kadispenal Bantah Berita Tenggelamnya KRI Kupang-582

Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, menegaskan bahwa KRI Kupang-582 tidak tenggelam. Penegasan Iskandar ini membantah pemberitaan beberapa media nasional pada Minggu (8/2) yang mengabarkan bahwa kapal jenis Landing Craft Utility (LCU) karam setelah dihantam ombak besar saat sedang dalam misi penyelamatan seorang nelayan pada akhir pekan lalu.

Menurut Iskandar, KRI Kupang-582 yang dikomandani Kapten Laut (P) Suyadi, bersama dengan 26 ABK pada Sabtu (7/2) bertolak dari Armatim untuk menjemput nelayan dari Gresik yang perahunya tenggelam sejak 4 Februari 2009 dan berhasil diselamatkan Kapal Australia MV. Oval OC yang tengah lego jangkar di Bouy 5. Syahbandar Pemda Gresik meminta bantuan Armatim mengingat tidak ada kapal yang berani berlayar akibat gelombang laut yang mencapai ketinggian 3 – 5 meter.

Setelah lima jam pelayaran menuju ke lokasi penjemputan nelayan Gresik bernama Khoirul Huda (2 nelayan lain belum ditemukan) yang mengalami kecelakaan tersebut, KRI Kupang terhantam gelombang setinggi 5 meter sehingga mengalami kebocoran pada bagian rampa depan, sesuai prosedur tetap Komandan KRI segera mengambil tindakan pemompaan air keluar dan mengarahkan kapal ke arah pantai yang dangkala mengingat KRI Kupang-582 adalah sejenis LCU.

Selanjutnya Iskandar, menjelaskan komandan KRI Kupang kemudian meminta bantuan ke KRI lain. Kebetulan KRI Slamet Riyadi yang tidak jauh dari lokasi segera mendekat dan memberikan pertolongan yang pada akhirnya KRI Kupang-582 berhasil menepi di dekat pantai di sekitar Bouy 4 tidak jauh dengan Pulau Madura serta lego jangkar. Keduapuluh enam ABK berhasil dievakuasi termasuk barang-barang berupa senjata, dokumen-dokumen penting dan lain-lain.

Saat ini KRI Kupang-582 yang mempunyai panjang 36,27 M, lebar 9,7 M, bobot 370 ton, buatan PT PAL tahun 1978 dan dipakai Armatim dalam operasi di APBS/APTS (Alur pelayaran Barat/Timur Surabaya) tengah berada di pinggir pantai dan dalam upaya perbaikan/pengelasan. (Gen)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS