My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Jumlah Kapal Wisata Kunjungi Indonesia Meningkat 2000 Unit

 Breaking News
19 Februari
04:50 2017
Jumlah Kapal Wisata Kunjungi Indonesia Meningkat 2000 Unit

Jakarta -Jumlah kapal layar wisata tiang tinggi (yacht) yang berkunjung ke Indonesia mengalami lonjakan hingga mencapai 2000 unit setiap tahunnya. Adapun peningkatan ini ditunjang oleh kemudahan pengurusan perijinan untuk masuk ke Indonesia yang dapat dilakukan secara daring (online). Demikian disampaikan Assiten Deputi Jasa Kemaritiman, Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Okto Harianto, Sabtu (18/2).

Menurut Harianto, para pemilik dan pengguna yacht yang ingin ke Indonesia dapat mengurusnya melalui Yacht Electronic Registration (YER).

“Sekarang semenjak sudah ada sistem pendaftaran online atau sistem satu pintu itu, setahun ini ada sekitar 2000 kapal yacht di Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, paling maksimal yang datang tidak sampai 1000 kapal yacht,” kata Okto melalui siaran pers yang yang dilansir Bisnis.com.

Okto memaparkan bahwa kesuksesan implementasi YER akibat perizinan kapal yang dipermudah melalui Peraturan Presiden (Perpres) 105 Tahun 2015, mengenai kunjungan kapal yacht ke Indonesia. Sebelum ada Perpres ini, kapal yacht yang hendak masuk ke Indonesia memiliki beberapa kesulitan, yaitu lamanya proses pengurusan perizinan hingga biaya yang membengkak.

“Dulu sebelum adanya Perpres, namanya bukan YER tetapi CAIT [Clearance Approval for Indonesian Territory]. Untuk mendapatkan CAIT ini, mereka memerlukan waktu yang lama, karena harus proses di tiga instansi, yaitu Kemenhub, TNI dan Kemenlu, dan itu tidak ada kepastian sebenarnya berapa lama proses itu dibutuhkan, bisa sampai satu bulan,” tuturnya.

Lamanya proses CAIT menjadi komplain hampir sebagian besar para pengguna jasa kapal yacht ke Indonesia. Pasalnya, ketidakjelasan waktu itu berujung pada pengeluaran biaya yang juga tidak jelas. Ini menyebabkan, misalnya aturan biayanya hanya sekitar Rp150.000 – Rp200.000 per satu kapal, bisa membengkak hingga jutaan rupiah.

“Jadi kita sudah revisi aturan yang lama dari CAIT ke YER. Kalau kapal yacht mau ke Indonesia, sekarang cukup melakukan registrasi secara online di https://yachters-indonesia.id/. Ini jauh lebih mudah karena hanya memerlukan waktu tidak sampai satu hari,” jelasnya.

Nanti setelah diproses, ada pemberitahuan terakhir kapal tersebut sudah diregistrasi. Selanjutnya pemilik kapal download dan print out bukti registrasi.

“Nah itu menjadi pegangan dia selama di perjalanan. YER ini juga tidak ada biayanya, jadi keluhan jaman dulu sudah terjawab,” sambungnya.

Selain itu, YER juga mendapatkan tanggapan sangat baik dari pengguna jasa, sehingga ada agen yacht di Asia Pasifik yang mengadakan biaya untuk mendatangkan kapal yacht ke Indonesia itu berkurang 50%.

Okto menceritakan, selama ini para pemilik kapal yacht mendatangkan kapal secara keseluruhan bisa menghabiskan Rp10 juta. Sistem YER ini justru bisa memangkas biaya sampai 50%. Ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa dan akhirnya turut diperhatikan pula dari komunitas yachters di Asia Pasifik.

“Sebenarnya, selama ini mereka mau ke Indonesia tapi tak bersahabat dengan perizinan, akhirnya mereka ke Thailand dan Australia, nah sekarang mereka kepingin masuk ke Indonesia dan malah tinggal di sini,” tutupnya.(Bisnis / G. Amalo)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS