My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Liburan Akhir Tahun di Pulau Serangan(2)

08 Desember
00:18 2008
Liburan Akhir Tahun di Pulau Serangan(2)

Gentry Amalo – indosmarin.com

Pulau Serangan
– Saat mengunjungi Pulau Serangan ini, kita akan menemukan beberapa peninggalan arkeologi mulai dari masa Megalitik, masa Bali Kuno, hingga masa masuknya Islam – Bugis.

Adapun jenis tinggalan budaya pra-sejarah di Pulau Serangan ini merupakan tinggalan budaya dari tradisi masa megalitik. Tinggalan ini ditemukan di Pura Kayangan yang terletak di tengah bagian selatan pulau.

Pada 1991, arkeolog Dr. Made Sutaba, melaporkan keberadaan temuan ini, dalam sebuah laporan berisi tentang Rencana Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Pulau Serangan yang saat itu masih termasuk dalam wilayah administratif Kab. Badung.

Dalam laporan ini, Made Sutaba menyebutkan adanya peninggalan kuno berupa sebuah arca yang terbuat dari bahan terumbu karang.

Penggunaan terumbu karang sebagai bahan baku pembuatan arca megalitik ini terkait proses adaptasi manusia terhadap lingkungannya.

Sutaba melaporkan bahwa arca ini berbentuk pipih dan berwarna kehitaman, berukuran tinggi sekitar 33 cm, lebar 18 cm, dan terdiri atas bagian kepala serta badan.

Seperti yang terlihat dalam gambar rekonstruksi yang dibuat para arkeolog, bentuk arca ini. Sangat mirip dengan arca pada masa prasejarah lainnya. Made Sutaba menduga bahwa arca ini memiliki fungsi sebagai media untuk memuja roh leluhur yang telah meninggal.

Sutaba juga menjelaskan bahwa “Temuan sebuah arca bercorak megalitik ini, merupakan lambang nenek moyang yang sangat dihormati, karena dianggap mempunyai kekuatan magis yang mampu melindungi kerabat atau masyarakat dari marabahaya”.

Hingga sekarang arca ini masih tersimpan baik di sebuah pelinggih yang disebut Pelinggih Paruman dan merupakan media pemujaan yang dipandang keramat oleh penduduk setempat. Berhubung arca ini merupakan arca suci, maka dia tidak ditempatkan di bagian luar pura sehingga bisa dilihat oleh semua orang. (bersambung..)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS