My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Liburan Akhir Tahun ke Pulau Serangan (1)

01 Desember
00:00 2008
Liburan Akhir Tahun ke Pulau Serangan (1)

Gentry Amalo – indosmarin.com

Pulau Serangan – Musim libur seperti sekarang ini, agak gampang-gampang susah menentukan hendak main kemana. Karena semua tempat terasa menarik untuk dikunjungi. Nah,. jika anda sedang berada di Bali, ada satu tempat yang menarik untuk dikunjungi, yakni Pulau Serangan. Pulau seluas 491 hektar ini terletak di Kec. Denpasar Selatan – Kotamadya Denpasar, dan hanya 8,5 kilometer ke arah selatan Kota Denpasar.

Sepuluh tahun silam, sebelum ada proyek reklamasi pantai, jarak tempuh ini dilakukan melalui penyeberangan dengan menggunakan jukung, yang adalah perahu tradisional Bali sejenis sampan.

Jukung besar oleh penduduk setempat disebut dengan istilah Jangolan, dapat menampung sekitar 20 orang dengan muatan seberat 100 kilogram, sedangkan jukung kecil hanya dapat memuat 12 orang penumpang dengan berat barang 50 kilogram.

Penggunaan jukung ini hanya berlaku apabila air sedang pasang. Karena bila saat pasang maka permukaan air tersebut bisa mencapai tinggi sekitar 1,5 hingga 3 meter. Tetapi jika permukaan air sedang surut maka mau tidak mau para penduduk Pulau Serangan atau pengunjung yang hendak berwisata ke pulau kecil ini harus berjalan kaki menyeberangi hilir sungai yang terletak di tengah-tengah hutan mangrove dangkal karena tinggi permukaan air saat surut hanya sekitar setengah meter saja.

Tetapi kini masyarakat dan pengunjung yang ingin berkunjung ke Pulau Serangan sudah dapat menggunakan jalan dan jembatan milik BTID (Bali Turtle Island Development). Jadi tanpa harus bersusah-susah dan berbasah-basah ria, cukup dengan menggunakan mobil atau motor, maka sampailah kita di pulau mungil nan eksotis ini.

Di Pulau ini ada dua jenis wisata yang bisa kita lakukan, yakni wisata sejarah budaya dan wisata bahari. Untuk wisata sejarah budaya, kita bisa melihat-lihat beberapa pura Hindu dan juga masjid serta makam Islam Bugis dari abad 17. Sementara untuk wisata bahari kita bisa mengunjungi pusat konservasi penyu baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah (bersambung..)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS