My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Isu Tsunami di Serang Menewaskan Warga Setempat

06 September
02:00 2009
Isu Tsunami di Serang Menewaskan Warga Setempat

tsunamiSerang – Merebaknya isu tsunami di Kecamatan Pontang Kabupaten Serang, Banten, membuat panik warga setempat, bahkan menewaskan seorang warga dan melukai tiga warga lainnya, sementara yang pingsan mencapai tujuh orang.

“Yang meninggal karena kaget yakni ibu Kenah 50 tahun, dan yang mengalami luka-luka sebanyak tiga orang, ” kata Ukon HIdayat, Staf Kelurahan Desa Domas Kecamatan Pontang kepada ANTARA, Sabtu (5/9) malam.

Menurut Ukon, Kenah (50) warga Kampung Domas meninggal dunia karena kaget mendengar isu tsunami, sebab menderita penyakit jantung.

“Sementara tiga orang warga Kampung Cerocoh yang terluka, karena terpental bersama perahunya ketika hendak sandar ada angin besar,” terangnya.

Selain itu, lanjut Ukon, yang pingsan karena panik mendengar isu tsunami dan melihat ribuan warga berbondong-bondong keluar dari rumahnya masing-masing mencapai tujuh orang.

Hingga kini masyarakat di wilayah Pontang sebagian besar masih berada di luar rumah, karena masih takut jika ada tsunami.

Selain itu, akibat angin kencang yang melanda desa Cerocoh, tegas Ukon, sebanyak tiga rumah roboh dan dua rumah lainnya rusak.

“Saya belum berani masuk rumah mas, karena takut seperti yang di TV, tidak bisa lari kalau ada di dalam rumah, ” kata Romi, warga Desa Pontang Parapatan.

Hal yang sama dikatakan Rudi, dirinya bersama kedua anaknya masih berada di halaman rumahnya, karena takut bila tsunami tersebut benar terjadi, meskipun dari pihak kepolisian sudah menyarankan agar warga wilayah Pontang kemabli masukke dalam rumahnya masing-masing.

“tadinya sih mau masuk rumah mas, tapi kedua anak saya masih takut, sekalian nunggu waktu sahur aja, ” kata Rudi yang juga warga Desa Pontang Perapatan.

Bahkan isu tsunami tersebut juga membuat mayoritas warga Pontang tidak menunaikan sholat tarawih, dikarenakan hampir seluruh masjid ditempati para pengungsi dari berbagai desa.

“Apalagi tarawih mas,buka juga kami hanya sekedar minum saja,tidak sempat memakanmakanan yang sudah kami persiapkan sejak sore tadi, ” kata Ade, warga Desa Domas.

Dari hasil pantauan, di perempatan jalan menuju lokasi ratusan polisi dari Polres Serang bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya tsunami atau angin kencang, sekaligus menenagkan warga yang masih ketakutan jika terjadi tsunami.(Ant)

Tags
Share

1 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS