My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Rizal Ramli: Indonesia Harus Jadi Raja di Laut

 Breaking News
08 Februari
12:10 2016
Rizal Ramli: Indonesia Harus Jadi Raja di Laut

Mataram – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor maritim dan menggali potensi yang ada di industri ini untuk kemakmuran masyarakat dan bangsa.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli pada konvensi nasional media massa bertema “Refleksi Pers Nasional Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan” di ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (8/2).

Hadir dalam konvensi itu, antara lain Menkominfo Rudiantara, Kasal Laksamana Ade Supandi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi.

Konvensi ini diadakan berkaitan dengan Hari Pers Nasional 2016. Sedangkan, puncak peringatan HPN 2016 akan diselenggarakan tanggal 9 Februari yang bakal dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Kapal kita harus jadi raja di laut, bukan kapal-kapal asing,” kata Rizal Ramli yang bertindak sebagai keynote speaker dalam acara itu.

Dia mengakui, kebijakan yang ditempuh Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti untuk menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan banyak mengundang protes. Tetapi, terbukti kebijakan itu menguntungkan bagi kepentingan nasional.

Dikatakan, sedikitnya 127 kapal telah ditenggelamkan. Dampaknya, pencurian ikan yang dilakukan kapal-kapal asing mulai menurun dan para nelayan lebih mudah mendapatkan ikan. “Produksi ikan tangkapan nelayan naik sekitar 50 persen,” ujarnya.

Dicontohkan, di Pelabuhan Perikanan Negara Sibolga sebelumnya jumlah hasil ikan tangkapan sekitar 200 ton per hari. Tetapi, sekarang produksinya meningkat menjadi 400 ton per hari.

Namun, disayangkan, produksi yang meningkat itu tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan nelayan karena harga cenderung turun. Karena itulah, menurut Rizal, perlu ada dukungan industri pengolahan yang dapat memproses hasil ikan menjadi produk olahan yang memiliki added value.

Bagian ikan yang tidak diekspor seperti kepala ikan dan ekor ikan juga bisa diolah menjadi tepung untuk bahan pakan ternak dan lain-lain.

“Kepala ikan itu bagus karena mengandung omega 3,” katanya.

Selama ini, menurut Rizal, ada kesenjangan yang besar dalam pembangunan daerah-daerah di Indonesia. Daerah Jawa misalnya, mendapat perhatian jauh lebih besar dibandingkan daerah lain di luar Jawa.

Karena itulah, pemerintah saat ini tengah berupaya mengubah mindset dari “Jawa Sentris” menjadi “Indonesia Sentris”. Pembangunan yang lebih merata di seluruh Indonesia, sehingga menciptakan kemakmuran yang lebih menyeluruh.(BeritaSatu.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *