My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

IMI Berharap Pemerintah Segera Kembangkan Kebijakan Berbasis Maritim

14 April
23:24 2012

Kapal Nelayan (ilustrasi)

Jakarta – Pemerintah diharapkan mengembangkan kebijakan berbasis maritim agar bangsa Indonesia memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang tangguh dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Bentang Bahari Baharu” yang digagas oleh Indonesia Maritime Institute (IMI), dengan topik “Nasionalisme dan Maritim” dengan menghadirkan pembicara antara lain¬† Laksda TNI (purn) Rosihan Arsyad, di Jakarta

Dalam siaran pers Humas IMI yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/4), menyebutkan, pemerintah sejauh ini dinilai masih merasa bangga dengan arah pembangunan yang cenderung ke darat. Padahal, secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang tertuang dalam Deklarasi Djuanda 1957.

Ditambah dengan potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa, sudah sepantasnya pemerintah menjadikan laut sebagai sektor unggulan, yang disinergiskan dengan pembangunan darat. Atas dasar itu, Indonesia membutuhkan kebijakan berbasis maritim.

Dorongan agar pemerintah segera membuat maritime policy disuarakan Laksda TNI (purn) Rosihan Arsyad membeberkan laut belum dijadikan untuk kemajuan bangsa.

“Mendesak kepada pemerintah untuk membuat maritime policy. Tahun 2010 sudah dibuat, tapi sampai saat ini belum juga jadi,” katanya.

Terkait masalah nasionalisme dan maritim, Rosihan berpendapat bangsa Indonesia perlu memahami bahwa kondisi realistis negara RI yakni 75 persennya wilayah laut.

“Maka dari itu nasionalisme yang benar adalah mencintai negara ini dan menjadikannya sebuah negara maritim yang tangguh dan berdaulat,” tandas Pimpinan Umum sebuah harian nasional sore itu.

Senada dengan hal ini, Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan seharusnya menjadi negara maritim.

“Kami terus mendorong agar Indonesia bisa memanfaatkan lautnya secara maksimal. Semboyan yang tertanam pada kami yang berada di IMI, menjadikan Indonesia jaya di laut, sejahtera di darat dan perkasa di udara,” katanya.

Doktor Kelautan lulusan IPB itu mengatakan saat ini IMI bersama-sama dewan pembina tengah menggodok rancangan draft maritime policy, sehingga nantinya sebagai bahan masukan pembangungan kebijakan nasional.(Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS