My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

Ikan Impor Ilegal di BICT Belum Diekspor Ulang

01 April
01:40 2011
Ikan Impor Ilegal di BICT Belum Diekspor Ulang

Sidak Ikan Impor

Medan – Sedikitnya 70 unit peti kemas berisi ikan impor ilegal hingga kini belum di ekspor kembali ke negara asal dan masih menumpuk di depo terminal internasional peti kemas Belawan, Medan.

“Untuk sementara sejumlah peti kemas berisi ikan impor tersebut masih berada di BICT (Belawan International Container Terminal),” kata Asisten Manajer Hukum dan Humas BICT PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, Suratman di Medan, Kamis (31/3).

Menurut Suratman, pihak BICT belum memperoleh pemberitahuan resmi tentang jadwal rencana re-ekspor ikan impor ini, meski Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad saat melakukan inspeksi mendadak ke BICT sekitar dua pekan lalu telah meminta agar ikan ilegal ini segera dire-ekspor.

Alasan Fadel meminta ikan impor dire-ekspor karena jenis ikan tersebut juga terdapat di Indonesia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan bahwa pemerintah telah mengatur secara tegas jenis-jenis ikan yang boleh diimpor, yakni hanya jenis ikan yang tidak ditemukan atau diproduksi di Indonesia.

Ikan impor yang gencar masuk ke Pelabuhan Belawan kerap diprotes kalangan nelayan setempat, karena ikan impor yang masuk sebagian besar dari Malaysia, Thailand dan Filipina tersebut berpotensi menekan harga ikan lokal.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Zulfahri Siagian mengatakan, pengawasan terhadap aktifitas impor ikan di daerah itu harus lebih diperketat, karena tidak tertutup kemungkinan ikan tersebut mengandung bahan pengawet.

Disebutkannya, harga ikan impor yang masuk melalui Pelabuhan Belawan selama ini relatif lebih rendah dibanding harga ikan hasil tangkapan nelayan lokal.

“Pelanggaran yang dilakukan importir juga bisa mematikan rantai produksi perikanan lokal, karena harga ikan lokal yang murah berdampak negatif pada kemampuan produksi nelayan,” ucapnya. (Ant)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS