My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

HNSI: Hasil Tangkapan Nelayan Jateng Menurun

 Breaking News
28 September
13:20 2015
HNSI: Hasil Tangkapan Nelayan Jateng Menurun

Semarang – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan volume tangkapan ikan para nelayan saat ini tidak sesuai harapan karena biasanya pada akhir bulan September sudah musim penghujan dan memasuki musim panen.

“Dalam kondisi kemarau seperti ini, volume tangkapan ikan kami turun, kami khawatir kondisi ini berlangsung lama,” kata Wakil Ketua HNSI Jawa Tengah Ali Mulyono di Semarang, Senin.

Ia menyebutkan ikan biasanya mulai banyak tersedia di laut saat memasuki bulan September. Selanjutnya, puncak panen terjadi di bulan November-Desember.

“Kami berharap bulan depan sudah mulai mudah memperoleh ikan, karena kalau kondisi seperti ini masih berlangsung lama akan sangat merugikan kami sebagai nelayan. Baik itu nelayan dengan kapal besar maupun kecil,” katanya.

Sementara itu, untuk bisa memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak terutama untuk kapal berukuran 30 grosston (GT) maka kapal tersebut harus berlayar lebih jauh atau lebih dari 12 mil.

“Dengan demikian tingkat konsumsi bahan bakar juga lebih banyak karena kalau hanya berlayar di dekat-dekat saja ikannya hanya sedikit,” katanya.

Selain itu, kapal dengan ukuran 30 GT selama musim paceklik seperti ini juga harus lebih lama menghabiskan waktu untuk berlayar. Jika biasanya dalam waktu 2-3 minggu bisa memperoleh tangkapan sebanyak 40-50 ton, pada musim paceklik kali ini volume tangkapan sebesar itu harus dikumpulkan dalam waktu 1-2 bulan.

Menyikapi kondisi saat ini, pihaknya berharap agar kerja sama nelayan antardaerah bisa lebih ditingkatkan. Salah satunya adalah lebih fleksibel dalam menjual hasil tangkapan ikan.

“Misalnya saja jarak berlayar kami cukup jauh dari tempat pelelangan ikan yang biasanya, harapannya kami bisa menjual ikan di tempat pelelangan yang paling dekat dengan posisi berlayar saat itu. Kalau selama ini kan kapal di atas 30 GT hanya boleh menjual hasil tangkapan di TPI-TPI tertentu saja,” katanya.(AntaraJateng.com)

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *