My title page contents

Majalah Diving dan Kelautan Indonesia

HCML-SKK Migas Latih Warga Pulau Sapudi Hasilkan Biogas

 Breaking News
14 November
08:51 2014
HCML-SKK Migas Latih Warga Pulau Sapudi Hasilkan Biogas

Sumenep – Selama tiga hari sejak Kamis (13/11) hingga Sabtu (15/11), sebanyak 30 warga Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, mendapat pelatihan biogas dan pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan.

Pelatihan tersebut digagas oleh salah satu perusahaan nasional yang melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Sumenep, Husky-Cnooc Madura Limited (HCML), yang merupakan mitra kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

“Pulau Sapudi tercatat sebagai wilayah dengan populasi sapi yang terbanyak di Sumenep. Oleh karena itu, kami memprogramkan pelatihan biogas supaya warga bisa mengolah kotoran sapi menjadi atau menghasilkan energi alternatif biogas,” kata Site Relations & Community Development Officer HCML, Ali Ayuddin di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian HCML-SKK Migas kepada warga Pulau Sapudi yang termasuk ring I wilayah operasional HCML dalam melakukan eksplorasi migas.

“Pascapelatihan, kami akan melakukan pendampingan supaya mereka benar-benar bisa mengaplikasikan semua materi pelatihan. Kami ingin pelatihan ini bisa berkesinambungan alias tidak sekadar menggelar pelatihan,” ujarnya, menambahkan.

HCML dan SKK Migas bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk menggelar dua pelatihan tersebut.

Pelatihan biogas yang digagas HCML-SKK Migas itu diikuti oleh 15 orang, sementara pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan juga diikuti oleh 15 orang (perempuan), semuanya warga Desa Pancor.

Staf Humas SKK Migas Jabanusa, Ami Hermawati menjelaskan, pihaknya mengapresiasi positif pelatihan biogas dan pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan di Pulau Sapudi yang digagas HCML.

“Pelatihan yang dilakukan HCML yang merupakan salah satu mitra kerja kami itu sangat tepat, karena berbasis potensi lokal di Pulau Sapudi. Kami berharap warga Pulau Sapudi memaksimalkan pelatihan dengan cara menerapkan semua materi pelatihan alias jangan hanya ikut pelatihan,” katanya.(Ant)

Tags
Share

0 Komentar

Tidak ada Komentar!

Jadilah orang pertama yang memberi komentar.

Beri Komentar

Beri Komentar

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Subscribe via RSS